"Yah, saya pikir mungkin begitu. Itu terserah dia apa yang ingin dia lakukan. Saya pikir akan bijaksana baginya untuk melakukan itu," ucap Trump.
Ia lalu menambahkan ancaman yang samar namun terasa mengerikan, "Jika dia bersikap keras, itu akan menjadi terakhir kalinya dia bisa bersikap keras."
Pernyataan itu seolah mengonfirmasi kecurigaan banyak pihak. Di sisi lain, sikap keras Maduro memang punya alasan. Pemerintahannya selama ini berseberangan dengan kepentingan Barat. Sebagai gantinya, Venezuela menjalin hubungan erat dengan China, Rusia, dan Iran negara-negara yang juga sering bersitegang dengan Washington.
Ancaman konflik terbuka pun mulai terdengar. Dalam sebuah wawancara dengan NBC News pekan lalu, Trump sendiri mengaku tidak menutup kemungkinan terjadinya perang dengan Venezuela. Situasinya makin runyam, dan dunia hanya bisa menunggu langkah selanjutnya dari kedua pemimpin yang sama-sama keras kepala ini.
Artikel Terkait
KPK Perpanjang Penahanan Mantan Menag Yaqut 40 Hari
Gus Ipul: 625 Ribu Peserta BPJS Penerima Bantuan Iuran Kembali Diaktifkan
DKI Percepat Penataan Zebra Cross di Jalan Soepomo Usai Viral Gambar Pac-Man
Andik Vermansah Sesali Tolak Tawaran DC United demi Gaji Besar di Malaysia