Sekjen Kabinet Minta Dirut Turun Langsung Pantau Titik Rawan Nataru

- Selasa, 23 Desember 2025 | 04:35 WIB
Sekjen Kabinet Minta Dirut Turun Langsung Pantau Titik Rawan Nataru

Senin lalu, tepatnya tanggal 22 Desember 2025, suasana di Posko Pusat Pemantauan Angkutan Nataru Kementerian Perhubungan cukup padat. Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya hadir di sana, duduk bersama para pimpinan Kemenhub hingga Direktur Utama berbagai BUMN transportasi. Pertemuan itu bukan sekadar formalitas. Agenda utamanya jelas: membahas kesiapan menyambut gelombang mudik Natal dan Tahun Baru.

Melalui akun media sosial Sekretariat Kabinet, informasi tentang pertemuan itu disebarkan. Teddy menegaskan satu hal: pemerintah harus benar-benar siap. Lonjakan mobilitas yang diperkirakan mencapai lebih dari 60 juta orang bukan angka main-main. Namun begitu, ada pesan khusus yang ia sampaikan. Perhatian pada penyelenggaraan Nataru, kata dia, tak boleh mengabaikan nasib saudara-saudara kita yang sedang berduka akibat bencana di Sumatera.

"Dengan tidak mengurangi perhatian kita terhadap saudara kita yang terdampak bencana di Sumatera. Masa akhir tahun ini akan ada lebih dari 60 juta orang yang akan melakukan perjalanan. Pemerintah juga harus memastikan perjalanan mereka pada masa Natal dan Tahun Baru ini harus dapat berjalan lancar, nyaman dan aman,"

Nah, untuk meringankan beban masyarakat, pemerintah punya sejumlah program diskon. Ini rinciannya. PT KAI memberikan potongan 30 persen untuk tiket Ekonomi Komersil, kuotanya 1,5 juta penumpang. Untuk yang naik kapal PELNI, ada diskon 20 persen di kelas ekonomi. Maskapai penerbangan tak ketinggalan, dengan diskon 13-14 persen plus perpanjangan jam operasional bandara. Yang mau menyeberang lewat ASDP bisa dapat potongan 100 persen tarif jasa kepelabuhanan lewat aplikasi Ferizy. Tak lupa, 26 ruas jalan tol juga bakal ada pengurangan tarif sampai 20 persen, bahkan beberapa ruas digratiskan.

Tapi bagi Seskab Teddy, kebijakan harga saja tidak cukup. Aspek pengawasan dan kualitas layanan justru lebih krusial. Ia meminta seluruh jajaran pimpinan BUMN transportasi untuk turun langsung ke lapangan. Jangan cuma duduk di belakang meja.

"Seluruh Dirut dan perangkat BUMN transportasi harus turun langsung mengecek pelayanan dan kenyamanan fasilitasnya. Jangan anggap ini kegiatan tahunan biasa namun harus ada perbaikan dari sebelumnya,"

Instruksi terakhirnya tegas. Fokus utama harus pada pengawasan titik-titik rawan. Tujuannya jelas: memastikan perayaan Tahun Baru 2026 berjalan aman dan lancar. Targetnya ambisius, zero accident.

"Seluruh jajaran fokus pada pengawasan titik rawan guna memastikan perayaan Tahun Baru 2026 berjalan aman, lancar, dan zero accident,"

Pertemuan itu pun berakhir. Kini, tinggal eksekusi di lapangan yang berbicara.

Editor: Yuliana Sari

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar