Di sisi lain, Kapolri Listyo Sigit Prabowo membeberkan persiapan teknis di Banten. Setidaknya 50 posko gabungan pos pengamanan dan pelayanan terpadu telah disiagakan. Pos-posko itu difokuskan untuk mengamankan empat titik: arus penyeberangan di Merak, lokasi ibadah Natal, keramaian malam tahun baru, serta berbagai destinasi wisata.
Namun begitu, ada tantangan serius yang mengintai. Berdasarkan ramalan BMKG, Banten diprediksi diguyur hujan dengan intensitas tinggi.
"Satu sisi penyeberangan lancar, namun di sisi lain, kita tak ingin underestimate. Sehingga mitigasi apabila terjadi dampak curah hujan tinggi, ombak tinggi, harus jadi perhatian," jelas Sigit.
Mitigasi itu, lanjutnya, disiapkan secara menyeluruh. Mulai dari posko, peralatan, hingga personel penyelamat untuk kondisi darurat. Pemerintah bertekad memberikan perhatian penuh, bahkan dengan berbagai insentif dan kebijakan, agar pelayanan di tengah cuaca buruk tetap maksimal.
Keselamatan pengendara roda dua jadi sorotan lain. Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin secara khusus mengingatkan hal ini. Mayoritas kecelakaan lalu lintas, menurut data, terjadi di jalan non-tol dan melibatkan sepeda motor.
"Kami mengimbau masyarakat, khususnya pengguna sepeda motor, untuk berhati-hati, menggunakan helm, cukup istirahat, dan tidak membawa muatan berlebihan,” pesan Budi.
Sementara itu, perwakilan dari Kementerian PU dan Perhubungan menegaskan, dukungan infrastruktur hingga sarana transportasi di semua moda telah dipersiapkan. Pemantauan akan terus dilakukan hingga masa Nataru usai. Komitmennya jelas: memberikan pelayanan terbaik agar perjalanan masyarakat benar-benar aman, tertib, dan selamat sampai tujuan.
Artikel Terkait
Raksasa Teknologi Siapkan Rp12.000 Triliun untuk Perang Infrastruktur AI
ASDP Siapkan Kapal Khusus Motor untuk Antisipasi Puncak Arus Balik Lebaran 2026 di Bakauheni
China Batasi Kenaikan BBM Meski Harga Minyak Dunia Melonjak Akibat Ketegangan Timur Tengah
Trump Buka Pintu Negosiasi dengan Iran Setelah Ancaman Militer