Di Pelabuhan Merak yang ramai, Senin (22/12) lalu, sejumlah pejabat tinggi negara tampak memantau langsung persiapan arus mudik. Pemerintah, melalui Menko PMK Pratikno, menegaskan bahwa seluruh aspek pelayanan Nataru baik mudik maupun balik telah disiapkan secara matang. Tak lupa, langkah antisipasi menghadapi cuaca ekstrem pun sudah disiapkan.
Peninjauan itu dilakukan bersama Kapolri Jenderal Pol Listyo Sigit Prabowo, Menkes Budi Gunadi Sadikin, serta perwakilan dari Kementerian PU dan Perhubungan. Fokusnya jelas: memastikan kesiapan melayani jutaan pemudik yang akan bersilaturahmi atau berwisata.
"Semua disiapkan secara matang, termasuk antisipasi cuaca," ujar Pratikno.
Menurutnya, Indonesia sedang menghadapi cuaca basah yang cukup ekstrem. Situasi ini makin kompleks karena proses pemulihan bencana di beberapa wilayah masih berlangsung. Nah, dalam kondisi seperti ini, kesiapsiagaan lintas sektor jadi kunci utama.
"Kita sudah menyaksikan kesiapan semua kementerian dan lembaga sangat tinggi," katanya lagi.
Dia menyebut dukungan dari TNI, Polri, Basarnas, hingga seluruh jajaran kementerian sudah berada di posisi siaga. Tujuannya satu: agar perjalanan pemudik lancar, aman, dan nyaman, sambil tetap waspada pada segala kemungkinan terburuk. Infrastruktur, personel, hingga aparat keamanan pun disebut sudah siap.
Pratikno juga menyampaikan apresiasi. "Terima kasih kepada seluruh pihak yang telah bekerja keras mempersiapkan libur Nataru ini," tuturnya.
Di sisi lain, Kapolri Listyo Sigit Prabowo membeberkan persiapan teknis di Banten. Setidaknya 50 posko gabungan pos pengamanan dan pelayanan terpadu telah disiagakan. Pos-posko itu difokuskan untuk mengamankan empat titik: arus penyeberangan di Merak, lokasi ibadah Natal, keramaian malam tahun baru, serta berbagai destinasi wisata.
Namun begitu, ada tantangan serius yang mengintai. Berdasarkan ramalan BMKG, Banten diprediksi diguyur hujan dengan intensitas tinggi.
"Satu sisi penyeberangan lancar, namun di sisi lain, kita tak ingin underestimate. Sehingga mitigasi apabila terjadi dampak curah hujan tinggi, ombak tinggi, harus jadi perhatian," jelas Sigit.
Mitigasi itu, lanjutnya, disiapkan secara menyeluruh. Mulai dari posko, peralatan, hingga personel penyelamat untuk kondisi darurat. Pemerintah bertekad memberikan perhatian penuh, bahkan dengan berbagai insentif dan kebijakan, agar pelayanan di tengah cuaca buruk tetap maksimal.
Keselamatan pengendara roda dua jadi sorotan lain. Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin secara khusus mengingatkan hal ini. Mayoritas kecelakaan lalu lintas, menurut data, terjadi di jalan non-tol dan melibatkan sepeda motor.
"Kami mengimbau masyarakat, khususnya pengguna sepeda motor, untuk berhati-hati, menggunakan helm, cukup istirahat, dan tidak membawa muatan berlebihan,” pesan Budi.
Sementara itu, perwakilan dari Kementerian PU dan Perhubungan menegaskan, dukungan infrastruktur hingga sarana transportasi di semua moda telah dipersiapkan. Pemantauan akan terus dilakukan hingga masa Nataru usai. Komitmennya jelas: memberikan pelayanan terbaik agar perjalanan masyarakat benar-benar aman, tertib, dan selamat sampai tujuan.
Artikel Terkait
Prabowo dan Albanese Perkuat Kemitraan Pendidikan dan Ekonomi di Jakarta
DJP dan Bareskrim Perbarui Kerja Sama, Bekukan Aset Rp2,65 Triliun dari Pelanggar Pajak
Gempa Megathrust M 6,2 Guncang Pacitan, BMKG Pastikan Tak Berpotensi Tsunami
KPK Sita Rp40,5 Miliar dan 5,3 Kg Emas dalam Kasus Suap Impor Bea Cukai