Hanya dua negara, setidaknya hingga saat ini, yang secara terbuka menyatakan kesediaan mengirimkan pasukan untuk misi stabilisasi internasional di Gaza. Menurut Duta Besar Palestina untuk Rusia, Abdel Hafiz Nofal, kedua negara itu adalah Indonesia dan Italia.
Pernyataan Nofal ini dilaporkan oleh kantor berita TASS, Senin lalu. Namun begitu, sang duta besar juga menyebut perkembangan soal pasukan multinasional ini terasa mandek. "Perkembangannya stagnan," ujarnya.
Rencana penempatan pasukan perdamaian ini sebenarnya bagian dari skema yang lebih besar. Sudah sejak September lalu, Gedung Putih merilis dokumen berisi 20 poin rencana perdamaian Presiden AS Donald Trump untuk Gaza. Isinya cukup komprehensif, mulai dari pembentukan pemerintahan sementara di wilayah tersebut, hingga ya penempatan pasukan stabilisasi dari berbagai negara.
Artikel Terkait
Lebaran 2026: Ragunan Dibanjiri 72 Ribu Pengunjung di Hari Pertama Libur
Ragunan Dibanjiri 72 Ribu Pengunjung di Hari Pertama Libur Lebaran
Menhub Fokuskan Strategi Antisipasi Lonjakan Arus Balik 2026 di Bakauheni
Arus Balik Lebaran 2026 Memuncak, 51.015 Penumpang Tiba di Jakarta dalam Sehari