katanya menegaskan.
Di sisi lain, penyelenggaraan perayaan tahun baru di Ibu Kota memang sengaja dikecilkan skalanya. Titik keramaian yang semula rencananya ada 14 lokasi, kini dipangkas jadi hanya delapan titik saja. Lima di antaranya tersebar di kantor-kantor walikota, sementara tiga titik utama lainya adalah Bundaran HI, kawasan Kota Tua, dan Lapangan Banteng.
Monas, yang biasanya jadi pusat keramaian, tahun ini justru dikosongkan dari perayaan. Meski begitu, monumen kebanggaan ibu kota itu tak akan gelap gulita. Tetap akan ada video mapping yang diproyeksikan di sana, hanya saja tanpa kerumunan massa.
"Dari titik-titik utama yang selama ini menjadi tradisi yang ada di Jakarta, ada beberapa yang dikurangi, di antaranya adalah Monas,"
ucap Pramono menjelaskan keputusannya. Rupanya, suasana duka di sebagian wilayah Indonesia benar-benar mempengaruhi wajah perayaan di ibukota.
Artikel Terkait
BMKG Prakirakan Hujan Ringan Guyur Jakarta Sepanjang Hari Ini
Menhub Tegaskan Aturan Pembatasan Truk Jelang Puncak Arus Balik Lebaran 2026
Timnas Indonesia Hadapi Saint Kitts and Nevis, Debut Resmi Pelatih John Herdman
Lebaran di Kota Tua: Ramai Wisatawan dan Cerita Warga yang Pilih Tak Mudik