Jakarta tak akan gemerlap kembang api malam nanti. Keputusan itu datang langsung dari Gubernur DKI, Pramono Anung, yang memilih untuk meniadakan pesta kembang api dalam perayaan tahun baru kali ini. Sebagai penggantinya, langit di sekitar Bundaran Hotel Indonesia akan dihiasi oleh pertunjukan video mapping yang dikerjakan oleh sekumpulan drone.
Namun begitu, tayangan itu bukan sekadar hiburan visual belaka. Pramono ingin pesannya menyentuh. Video dari drone tersebut akan menampilkan ekspresi keprihatinan atas musibah yang sedang menimpa saudara-saudara di Sumatera Utara, Sumatera Barat, dan Aceh.
"Di Bundaran HI, karena tidak ada kembang api, maka yang ada adalah video mapping yang dilakukan oleh drone yang tentunya tentang Sumatra, perhatian kami terhadap Sumatra,"
ujar Pramono di Balai Kota Jakarta, Senin lalu.
Acara di Bundaran HI tetap akan ramai, kok. Grup band D'Masiv dipastikan akan tampil menghibur. Mereka punya tugas khusus: membawakan lagu 'Jangan Menyerah' tepat di detik-detik pergantian tahun. Lagu itu dipilih sebagai bentuk penyemangat untuk seluruh masyarakat Indonesia yang sedang berjuang menghadapi bencana.
"Sedangkan untuk artis yang akan tampil, kami sudah berpesan yang paling utama adalah pas pergantian itu di Bundaran HI kami minta untuk D’Masiv, judul lagunya Jangan Menyerah,"
katanya menegaskan.
Di sisi lain, penyelenggaraan perayaan tahun baru di Ibu Kota memang sengaja dikecilkan skalanya. Titik keramaian yang semula rencananya ada 14 lokasi, kini dipangkas jadi hanya delapan titik saja. Lima di antaranya tersebar di kantor-kantor walikota, sementara tiga titik utama lainya adalah Bundaran HI, kawasan Kota Tua, dan Lapangan Banteng.
Monas, yang biasanya jadi pusat keramaian, tahun ini justru dikosongkan dari perayaan. Meski begitu, monumen kebanggaan ibu kota itu tak akan gelap gulita. Tetap akan ada video mapping yang diproyeksikan di sana, hanya saja tanpa kerumunan massa.
"Dari titik-titik utama yang selama ini menjadi tradisi yang ada di Jakarta, ada beberapa yang dikurangi, di antaranya adalah Monas,"
ucap Pramono menjelaskan keputusannya. Rupanya, suasana duka di sebagian wilayah Indonesia benar-benar mempengaruhi wajah perayaan di ibukota.
Artikel Terkait
DJP dan Bareskrim Perbarui Kerja Sama, Bekukan Aset Rp2,65 Triliun dari Pelanggar Pajak
Gempa Megathrust M 6,2 Guncang Pacitan, BMKG Pastikan Tak Berpotensi Tsunami
KPK Sita Rp40,5 Miliar dan 5,3 Kg Emas dalam Kasus Suap Impor Bea Cukai
Kepala KPP Banjarmasin Akui Salah Terima Janji Suap Rp800 Juta