Jepang Berencana Nyalakan Lagi PLTN Terbesar di Dunia
Pemerintah Jepang lagi-lagi mempertimbangkan opsi nuklir. Kali ini, yang jadi sorotan adalah rencana menghidupkan kembali kompleks pembangkit listrik tenaga nuklir Kashiwazaki-Kariwa. PLTN ini bukan sembarang pembangkit, melainkan yang terbesar di dunia.
Ini langkah yang cukup berani. Soalnya, bayangan kelam Fukushima Daiichi masih jelas terpampang. Sudah 15 tahun berlalu sejak gempa dan tsunami memicu bencana nuklir terparah sejak Chernobyl itu. Pasca-tragedi, Jepang tutup 54 PLTN, termasuk Kashiwazaki-Kariwa yang letaknya sekitar 220 km di barat laut Tokyo.
Namun begitu, kebutuhan energi tak bisa ditolak. Negeri Sakura pelan-pelan membuka kembali reaktornya. Dari 33 reaktor yang masih ada, 14 di antaranya sudah beroperasi lagi. Tujuannya jelas: mengurangi ketergantungan pada bahan bakar fosil impor yang harganya fluktuatif.
Kashiwazaki-Kariwa dioperasikan oleh Tokyo Electric Power Company, atau TEPCO. Nah, ini yang bikin banyak orang cemas. Toh, TEPCO juga yang dulu mengoperasikan Fukushima.
Juru bicara TEPCO, Masakatsu Takata, berusaha meyakinkan publik.
"Kami berkomitmen penuh. Kecelakaan seperti itu tidak akan terulang lagi," tegasnya.
Rencananya, jika pemerintah daerah Niigata setuju, reaktor pertama dari tujuh reaktor di Kashiwazaki-Kariwa akan diaktifkan pada 20 Januari mendatang. TEPCO sudah mengeluarkan jurus andalan: janji investasi. Awal tahun ini, mereka berjanji menggelontorkan 100 miliar yen untuk prefektur Niigata dalam kurun 10 tahun ke depan. Semata-mata untuk mendapat dukungan.
Di sisi lain, upaya itu belum sepenuhnya meluluhkan kekhawatiran warga. Survei yang dirilis pemerintah prefektur pada Oktober lalu cukup gamblang. Sekitar 60% responden merasa syarat untuk restart PLTN belum terpenuhi. Yang lebih mencolok, hampir 70% masih ragu dan khawatir dengan keterlibatan TEPCO.
Jadi, meski mesin besar itu bersiap berdentum lagi, pertanyaan besarnya tetap sama: apakah kepercayaan publik bisa dihidupkan kembali?
Artikel Terkait
DJP dan Bareskrim Perbarui Kerja Sama, Bekukan Aset Rp2,65 Triliun dari Pelanggar Pajak
Gempa Megathrust M 6,2 Guncang Pacitan, BMKG Pastikan Tak Berpotensi Tsunami
KPK Sita Rp40,5 Miliar dan 5,3 Kg Emas dalam Kasus Suap Impor Bea Cukai
Kepala KPP Banjarmasin Akui Salah Terima Janji Suap Rp800 Juta