Pemulihan Pascabencana di Aceh dan Sumatera: 1.300 Personel dan Ratusan Alat Berat Dikerahkan

- Minggu, 21 Desember 2025 | 09:15 WIB
Pemulihan Pascabencana di Aceh dan Sumatera: 1.300 Personel dan Ratusan Alat Berat Dikerahkan

Laporan dari Aceh dan Sumatera menunjukkan, upaya pemulihan pascabencana terus digenjot. Kementerian Pekerjaan Umum (PU) jadi salah satu ujung tombaknya, dengan mengerahkan sumber dayanya untuk menangani dampak di tiga provinsi: Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat. Langkahnya lintas sektor, semua dikerahkan dalam mode tanggap darurat.

Hingga Rabu malam, 18 Desember 2025, angka yang dikeluarkan kementerian cukup besar. Menteri PU Dody Hanggodo menyebut, sudah ada 1.328 personel yang diterjunkan. Tak cuma orang, peralatan berat juga membanjir ke lokasi sekitar 872 unit alat berat dan pendukung dikerahkan.

Tujuannya jelas: membuka akses jalan yang terputus, mengembalikan pasokan air bersih, memperbaiki sanitasi, serta menormalkan aliran sungai dan irigasi yang rusak.

"Pemulihan konektivitas dan layanan infrastruktur dasar menjadi prioritas agar aktivitas masyarakat dan perekonomian daerah dapat segera kembali normal,"

tegas Dody dalam keterangan resminya pada Minggu (21/12/2025).

Di lapangan, fokus pertama ada di jalan dan jembatan. Untuk wilayah Aceh, dari 38 ruas jalan nasional yang kena imbas bencana, 26 di antaranya sudah bisa dilalui lagi. Sisanya? Masih dalam proses perbaikan, termasuk pemasangan jembatan bailey darurat.

Keadaan di Sumatera Utara sedikit lebih baik. Di sana, 10 dari 12 ruas jalan nasional yang terdampak sudah berfungsi normal. Sementara di Sumatera Barat, progresnya hampir rampung: 29 dari 30 ruas jalan sudah pulih. Targetnya, semua selesai sebelum tahun 2025 berakhir.

Namun begitu, pekerjaan rumahnya tidak berhenti di jalan raya. Sektor sumber daya air juga jadi perhatian serius. Normalisasi sungai, perbaikan bendung, dan rehabilitasi jaringan irigasi sedang digarap paralel. Angkanya tidak main-main.

Lahan irigasi yang terdampak mencapai 108.622 hektare di Aceh. Sumatera Utara sedikit di bawahnya, sekitar 101.822 hektare. Sedangkan di Sumatera Barat, luasannya sekitar 84.971 hektare. Penanganan darurat dan rehabilitasi bertahap dilakukan ini penting untuk menjaga ketahanan pangan lokal agar tidak ikut kolaps.

Di sisi lain, kebutuhan paling mendasar masyarakat: air bersih dan sanitasi, juga tak luput dari perhatian. Lewat bidang cipta karya, Kementerian PU menangani lebih dari 170 sistem penyediaan air minum (SPAM) dan ratusan sarana sanitasi. Bantuan konkretnya berupa pengiriman mobil tangki air, hidran umum, toilet portable, hingga unit pengolah air mobile. Bantuan itu disebar ke 20 kabupaten dan kota yang terdampak paling parah.

Menteri Dody menegaskan, seluruh jajarannya masih terus disiagakan penuh. Intinya, penanganan harus cepat, terkoordinasi dengan baik, dan tepat sasaran. Masih panjang jalannya, tapi upaya pemulihan setidaknya sudah menunjukkan progres yang berarti di tengah kondisi yang sulit.

Editor: Melati Kusuma

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar