Korban Aceh Terpaksa Masak Nasi dengan Air Banjir

- Minggu, 07 Desember 2025 | 09:40 WIB
Korban Aceh Terpaksa Masak Nasi dengan Air Banjir

JAKARTA Sebuah video yang beredar di TikTok memicu keprihatinan. Tampak sekelompok warga di Aceh, dengan kondisi serba terbatas, memasak nasi menggunakan air yang keruh. Bukan air biasa, melainkan air banjir yang menggenangi wilayah mereka.

Video itu diunggah oleh akun @zaeem_raja dan telah ditonton ratusan ribu kali. Rekaman singkat itu menggambarkan betapa sulitnya situasi di lokasi bencana. Untuk sekadar bertahan hidup, para korban terpaksa mengambil langkah yang sebenarnya penuh risiko.

"Makan dengan beras basah, dimasak dengan air banjir tanpa air bersih," tulis pengunggah video pada Minggu (7/12/2025) lalu.

Memasak dengan air banjir jelas sangat berbahaya dari sisi kesehatan. Namun begitu, pilihan mereka boleh dibilang tidak ada. Menurut sejumlah kabar yang beredar, persediaan air bersih di daerah terdampak benar-benar habis. Jadi, ya itu lah satu-satunya cara.

Di sisi lain, upaya penyelamatan juga berjalan dengan peralatan yang sangat seadanya. Dalam video yang sama, terlihat warga menyusun kayu-kayu menjadi sebuah rakit darurat. Rakit itulah yang kemudian dipakai untuk menjangkau sanak saudara yang masih terjebak di lokasi banjir.

"Rakit seadanya menjemput orang yang masih terjebak," tambah keterangan dalam video tersebut.

Keadaan yang memilikan itu langsung menyentuh hati banyak warganet. Kolom komentar dipenuhi ungkapan duka dan doa-doa. Hampir semua berharap bantuan segera tiba.

"Nangis banget lihat ini, semoga segera dapat bantuan," tulis salah seorang netizen.

Yang lain menambahkan, "Kak, aku cuma bisa kirim doa untuk para korban di Aceh. Ya Allah sedih lihatnya."

Data terbaru dari Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) per Minggu pagi, 7 Desember 2025, memang memperlihatkan skala tragedi ini. Korban jiwa akibat banjir dan longsor di Aceh dan Sumatra dilaporkan mencapai 916 orang. Sementara itu, 274 orang masih dinyatakan hilang dan sekitar 4,2 ribu jiwa lainnya mengalami luka-luka. Angka-angka yang sungguh memilukan.

Editor: Hendra Wijaya

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar