Ayah Tiri Alvaro Kiano Ditemukan Tewas di Ruang Konseling Polisi

- Senin, 24 November 2025 | 18:00 WIB
Ayah Tiri Alvaro Kiano Ditemukan Tewas di Ruang Konseling Polisi

JAKARTA - Kabar duka kembali menyelimuti kasus meninggalnya Alvaro Kiano Nugroho. Kali ini, ayah tirinya, Alex Iskandar, dilaporkan tewas dalam kondisi yang tak kalah tragis. Polisi menyebut Alex mengakhiri hidupnya sendiri.

Peristiwa ini terjadi dini hari yang sunyi, tepatnya pada Minggu 23 November 2025. Lokasinya di ruang konseling Polres Metro Jakarta Selatan - bukan di sel tahanan seperti yang beredar di masyarakat.

Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Budi Hermanto, membenarkan hal ini saat berbicara dengan wartawan pada Senin (24/11/2025).

"Yang bersangkutan diduga bunuh diri di dalam ruang konseling," tegas Budi.

Dia pun dengan tegas membantah rumor yang berkembang.

"Bukan di sel tahanan," ujarnya singkat.

Di sisi lain, keluarga Alvaro justru mendapat kabar duka ini melalui jalur yang tak biasa. Sayem, nenek Alvaro, mengaku pihak kepolisianlah yang memberi tahu bahwa Alex telah meninggal.

Namun begitu, ada keraguan yang menggelayuti hati keluarga. Mereka belum sepenuhnya yakin dengan informasi yang diterima.

"Bapak tirinya Alvaro, namanya Alex, katanya meninggal bunuh diri. Terus kuburannya itu kakeknya belum yakin jelas, itu benar tersangka Alex atau bukan," tutur Sayem dengan nada was-was.

Ia menjelaskan bahwa suaminya, Tugimin, sempat diperlihatkan foto makam yang diklaim sebagai tempat peristirahatan terakhir Alex. Lokasinya di kawasan Tangerang - yang memang menjadi tempat tinggal Alex bersama anaknya, Arum.

Meski demikian, keraguan tetap ada. Keluarga merasa informasi yang diberikan belum lengkap dan ingin kepastian yang lebih jelas.

"Makanya nanti dari polda, polres mau selidiki soalnya kakeknya enggak percaya, soalnya dikasih tahu cuma kuburannya saja," tambah Sayem.

Menurut penuturannya, informasi lengkap mengenai kronologi kematian Alex lebih banyak diketahui oleh kakek Alvaro. Keluarga masih menunggu penjelasan resmi dan lebih detail dari pihak berwajib mengenai tragedi beruntun yang telah merenggut dua nyawa ini.

Editor: Redaksi MuriaNetwork

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar