Transformasi Strategi Pengembang Properti
Pengembang properti kini mengadopsi pendekatan yang lebih strategis dengan tidak hanya sekadar menjual unit rumah, tetapi membangun kawasan terpadu yang mengintegrasikan fungsi residensial, komersial, dan industri. Konsep ini menciptakan ekosistem yang saling melengkapi dan berkelanjutan.
Diversifikasi ke kawasan industri menunjukkan kemampuan pengembang dalam merespons dinamika ekonomi dengan cepat. Peningkatan mobilitas dan konektivitas antardaerah telah menciptakan ekosistem ekonomi baru yang lebih inklusif dan produktif.
Tren Nasional di Luar Jabodetabek
Pergeseran tren investasi properti tidak hanya terjadi di wilayah Jabodetabek. Beberapa kota besar di luar Pulau Jawa juga menunjukkan performa yang mengesankan:
- Makassar: kenaikan harga rumah sekunder 8,4% (bulanan)
- Medan: peningkatan 3,6% secara bulanan
- Denpasar: pertumbuhan 4,1% secara tahunan
Secara keseluruhan, sembilan dari 13 kota besar di Indonesia mencatat kenaikan harga rumah tahunan, dengan Yogyakarta memimpin pertumbuhan sebesar 5,4%, disusul Denpasar dengan 4,1%.
Data ini mengkonfirmasi bahwa minat terhadap properti tetap kuat di kota-kota dengan potensi ekonomi tinggi dan konektivitas yang baik, menandakan babak baru dalam perkembangan pasar properti Indonesia.
Artikel Terkait
Manufaktur Pacu Ekonomi Singapura Tumbuh 5,7% di Akhir 2025
Starlink Turunkan Ribuan Satelit Demi Hindari Tabrakan di Orbit
Wajib Pajak, Catat! Ini Langkah Bayar dan Lapor SPT Tahunan 2026
Manufaktur Indonesia Tembus Lima Bulan Ekspansi Beruntun