Tanah Longsor Cilacap 2025: Update Korban & Operasi SAR Diperkuat

- Sabtu, 15 November 2025 | 14:45 WIB
Tanah Longsor Cilacap 2025: Update Korban & Operasi SAR Diperkuat
Update Terkini Penanganan Darurat Tanah Longsor Cilacap 2025

Operasi SAR Diperkuat: Update Penanganan Darurat Longsor Cilacap

Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) memimpin upaya penanganan darurat bencana tanah longsor yang melanda Kecamatan Majenang, Kabupaten Cilacap, Jawa Tengah. Presiden Prabowo Subianto secara langsung menyampaikan perhatian dan duka mendalam, sekaligus memerintahkan BNPB untuk turun ke lapangan guna memastikan penanganan bencana berjalan optimal hingga masa tanggap darurat berakhir.

Deputi Bidang Penanganan Darurat BNPB, Budi Irawan, menegaskan komitmen pemerintah dalam operasi pencarian dan pertolongan (SAR). Sebanyak 512 personel tim SAR gabungan dari berbagai sektor telah dikerahkan sejak Kamis, 13 November 2025, hari pertama terjadinya bencana.

Perkembangan Operasi Pencarian Korban

Hingga hari kedua operasi, Jumat (14/11/2025), tim SAR gabungan berhasil menemukan satu korban jiwa dalam kondisi meninggal dunia pada pukul 10.56 WIB. Dengan temuan ini, jumlah individu yang masih tercatat dalam daftar pencarian dan belum ditemukan berkurang menjadi 20 jiwa.

Untuk mempercepat proses di masa golden time, BNPB mengerahkan empat unit alat berat pada tahap awal. Menyadari kompleksitas medan, Budi Irawan memerintahkan penambahan jumlah alat berat secara signifikan. "Alat berat yang semula empat unit, kami minta tambah dua kali lipat menjadi delapan unit. Jika nanti masih kurang, akan kami tambah lagi," tegas Budi dalam rapat koordinasi.

Dukungan Logistik dan Kesehatan bagi Korban

Guna mendukung kelancaran operasi dan memenuhi kebutuhan dasar warga terdampak, BNPB bersama pemerintah daerah telah membentuk klaster-klaster penanganan. Dapur umum didirikan untuk menyediakan makanan bagi warga dan relawan. Pos kesehatan juga dihadirkan di lokasi untuk memberikan pelayanan medis secara cuma-cuma.

Guna meningkatkan efektivitas pencarian, satu ekor anjing pelacak (K9) dari Kantor SAR Semarang juga akan diturunkan. Anjing pelacak ini diharapkan dapat membantu mendeteksi keberadaan korban yang masih tertimbun material longsor.

BNPB memastikan bahwa selain fokus pada operasi SAR, pemenuhan kebutuhan dasar dan pemulihan kondisi warga yang terdampak juga menjadi prioritas utama dalam fase tanggap darurat ini.

Editor: Lia Putri

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar