Warung Nasi Padang Pakai Motor di Yogya Viral, Antrean Capai 1 Jam
Sebuah warung nasi padang unik di Yogyakarta berhasil mencuri perhatian publik. Berbeda dari tempat makan Padang pada umumnya, usaha milik Fajar Harianto ini beroperasi menggunakan sepeda motor yang dimodifikasi secara khusus.
Konsep jualan nasi padang pakai motor ini telah dijalankan Fajar selama kurang lebih lima bulan. Awalnya ia berjualan di depan Indomaret Jalan Cik Ditiro, namun kini lokasinya berpindah tidak jauh dari Rumah Sakit Mata Dr YAP. Sejak viral sekitar dua minggu terakhir, antrean pembeli tak pernah sepi setiap harinya.
Antrean Panjang demi Seporsi Nasi Padang
Bagi yang ingin mencoba nasi padang viral ini harus bersabar. Untuk mendapatkan seporsi nasi dengan telur balado seharga Rp 10.000 saja, pembeli harus rela mengantre hingga satu jam. Hal ini menunjukkan betapa tingginya minat masyarakat terhadap kuliner unik satu ini.
Bermodal Terbatas, Berbuah Kesuksesan
Fajar mengungkapkan bahwa ide jualan nasi padang pakai motor berawal dari keterbatasan modal. Dengan dana yang terbatas, ia memilih memodifikasi motornya untuk berjualan daripada menyewa tempat.
"Karena faktor dana, kemampuan modal sekian, pakai motor aja. Kalau buat rumah makan susah modalnya," tutur Fajar. Ia juga mengaku tidak menyangka warungnya akan viral di media sosial.
Jam Buka Terbatas, Porsi Cepat Habis
Warung nasi padang keliling ini memiliki jam operasi yang fleksibel, biasanya mulai berjualan sekitar pukul 08.30 WIB. Fajar hanya menyiapkan sekitar 100 porsi per hari, yang biasanya habis antara pukul 11.00 hingga 13.00 WIB.
Menu yang ditawarkan tidak kalah dengan rumah makan Padang lainnya, antara lain rendang, ayam, telur, terung balado, perkedel, dan lele. Untuk pesanan dalam jumlah besar, disarankan memesan satu hingga dua hari sebelumnya.
Testimoni Pembeli Setia
Bella, salah satu pelanggan, mengaku sudah dua kali datang ke warung nasi padang ini. "Kemarin datang tapi belum sempat nyicip nasi padangnya. Kesini lagi karena penasaran rasanya kayak gimana," ujarnya.
Rina, pembeli lainnya, bercerita telah mengantre hampir satu jam. "Jangan sampai pulang kehabisan, kalau bisa yang penting nyoba dulu. Besok kalau cocok, mungkin mau datang lebih awal," tambahnya.
Kisah sukses Fajar membuktikan bahwa dengan kreativitas dan ketekunan, keterbatasan modal bukan halangan untuk memulai usaha kuliner yang diminati banyak orang.
Artikel Terkait
Pesawat Hibah Garuda Diresmikan di Aceh untuk Simulasi Manasik Haji
Pendapatan Anthropic di India Melonjak Dua Kali Lipat dalam Empat Bulan
Ekspor Kopi Indonesia Tembus USD 1,63 Miliar, Pemerintah Fokuskan Hilirisasi
Jay Idzes Cetak Performa Solid Meski Sassuolo Kalah dari Udinese