Wacana Budi Arie Masuk Gerindra: Settingan Jokowi untuk Dua Periode Prabowo-Gibran? Ini Kata Dasco

- Minggu, 09 November 2025 | 20:50 WIB
Wacana Budi Arie Masuk Gerindra: Settingan Jokowi untuk Dua Periode Prabowo-Gibran? Ini Kata Dasco
Analisis Wacana Budi Arie Masuk Gerindra: Settingan Jokowi untuk Dua Periode Prabowo-Gibran?

Wacana Budi Arie Masuk Gerindra Disebut Drama Settingan Jokowi, Dasco Mementahkan

Isu mengenai rencana Ketua Umum Projo, Budi Arie Setiadi, untuk bergabung dengan Partai Gerindra ramai diperbincangkan. Seorang pengamat politik menyoroti bahwa wacana ini dinilai hanya sebagai drama politik atau settingan yang direkayasa oleh Presiden Joko Widodo (Jokowi).

Narasi Perpecahan Jokowi dan Budi Arie

Narasi perpecahan antara Budi Arie dan Jokowi tampak dibangun melalui tiga momen kunci pada Kongres III Projo. Pertama, ketidakhadiran Jokowi dalam acara penting organisasi relawannya tersebut. Kedua, wacana pergantian logo Projo yang selama ini menampilkan siluet Jokowi. Ketiga, adalah pemaknaan baru nama Projo yang diklaim bukan lagi singkatan dari Pro Jokowi.

Dengan rangkaian peristiwa ini, Projo di bawah pimpinan Budi Arie seolah-olah bergeser haluan politik untuk mendukung Prabowo Subianto, Presiden RI yang juga Ketua Umum Gerindra. Padahal, menurut analisis, langkah ini membawa misi terselubung terkait visi dua periode Prabowo-Gibran Rakabuming Raka.

Pendapat Pengamat Politik Hendri Satrio

Hendri Satrio, pengamat politik dan pendiri KedaiKOPI, dalam channel YouTube-nya menyampaikan analisisnya. Menurutnya, jika sebuah peristiwa politik terlihat terlalu mudah dan jelas di permukaan, kemungkinan besar itu hanyalah sebuah pertunjukan atau drama.

Hensa, sapaan akrabnya, memaknai seluruh rangkaian peristiwa mulai dari kunjungan Budi Arie ke kediaman Jokowi di Solo, ketidakhadiran Jokowi di kongres, ancaman bubar Projo, pemberian jabatan Wamen Desa, hingga wacana perubahan logo dan keinginan masuk Gerindra sebagai sebuah skenario yang berkesinambungan.

Kesan Perpecahan yang Dibangun

Hensa mengemukakan bahwa rangkaian drama ini berusaha menciptakan kesan seolah terjadi perpecahan antara Projo dan Jokowi, yang belakangan dianggap semakin dekat dengan Partai Solidaritas Indonesia (PSI) pimpinan Kaesang Pangarep. Kesan yang ingin dibangun adalah Projo akan melawan PSI, meninggalkan Jokowi, dan akhirnya bergabung dengan Gerindra.

Tujuan Di Balik Settingan Jokowi

Menurut analisis Hensa, tujuan utama dari settingan ini adalah untuk memastikan Gibran Rakabuming Raka tetap menjadi wakil presiden mendampingi Prabowo Subianto pada Pilpres 2029, mewujudkan visi dua periode Prabowo-Gibran. Manuver ini dinilai diperlukan karena mulai bermunculan nama-nama potensial lain seperti Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa dan Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi, yang popularitasnya tengah naik menurut sejumlah survei.

Misi Budi Arie sebagai "Mata-mata"?

Dengan masuknya Budi Arie ke dalam Gerindra, Hensa menduga bahwa ia bisa berperan sebagai semacam "mata-mata" atau pengawas strategi bagi Jokowi di dalam dapur politik Prabowo. Hal ini untuk mengawal agenda dua periode Prabowo-Gibran dari dalam.

Tanggapan Enteng dari Dasco

Di sisi lain, respons dari Ketua Harian Gerindra, Sufmi Dasco Ahmad, justru terlihat sangat enteng dan tidak terpancing. Saat menanggapi pernyataan Budi Arie, Dasco dengan santai menyatakan bahwa dirinya belum mendengar langsung permintaan tersebut dan akan menanggapinya nanti jika sudah mendengar langsung. Sikap ini dinilai Hensa sebagai langkah yang cerdas untuk tidak terjebak dalam strategi yang dibangun.

Pernyataan Awal Budi Arie

Pada Kongres III Projo, Budi Arie sebelumnya telah meminta izin kepada kadernya untuk kemungkinan dirinya berpartai, dan secara tidak langsung menyebut Gerindra sebagai tujuannya. Ia mengaku ingin mendukung agenda politik Presiden Prabowo ke depannya.

Kesiapan Gerindra Menyambut Relawan

Meski menanggapi enteng wacana masuknya Budi Arie, Dasco menyatakan kesiapan Gerindra untuk menerima gelombang besar relawan dari manapun. Partai tersebut akan mempertimbangkan dan mengakomodir aspirasi dari para calon kader yang ingin bergabung.

Editor: Agus Setiawan

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar