Wacana Budi Arie Masuk Gerindra Disebut Drama Settingan Jokowi, Dasco Mementahkan
Isu mengenai rencana Ketua Umum Projo, Budi Arie Setiadi, untuk bergabung dengan Partai Gerindra ramai diperbincangkan. Seorang pengamat politik menyoroti bahwa wacana ini dinilai hanya sebagai drama politik atau settingan yang direkayasa oleh Presiden Joko Widodo (Jokowi).
Narasi Perpecahan Jokowi dan Budi Arie
Narasi perpecahan antara Budi Arie dan Jokowi tampak dibangun melalui tiga momen kunci pada Kongres III Projo. Pertama, ketidakhadiran Jokowi dalam acara penting organisasi relawannya tersebut. Kedua, wacana pergantian logo Projo yang selama ini menampilkan siluet Jokowi. Ketiga, adalah pemaknaan baru nama Projo yang diklaim bukan lagi singkatan dari Pro Jokowi.
Dengan rangkaian peristiwa ini, Projo di bawah pimpinan Budi Arie seolah-olah bergeser haluan politik untuk mendukung Prabowo Subianto, Presiden RI yang juga Ketua Umum Gerindra. Padahal, menurut analisis, langkah ini membawa misi terselubung terkait visi dua periode Prabowo-Gibran Rakabuming Raka.
Pendapat Pengamat Politik Hendri Satrio
Hendri Satrio, pengamat politik dan pendiri KedaiKOPI, dalam channel YouTube-nya menyampaikan analisisnya. Menurutnya, jika sebuah peristiwa politik terlihat terlalu mudah dan jelas di permukaan, kemungkinan besar itu hanyalah sebuah pertunjukan atau drama.
Hensa, sapaan akrabnya, memaknai seluruh rangkaian peristiwa mulai dari kunjungan Budi Arie ke kediaman Jokowi di Solo, ketidakhadiran Jokowi di kongres, ancaman bubar Projo, pemberian jabatan Wamen Desa, hingga wacana perubahan logo dan keinginan masuk Gerindra sebagai sebuah skenario yang berkesinambungan.
Kesan Perpecahan yang Dibangun
Hensa mengemukakan bahwa rangkaian drama ini berusaha menciptakan kesan seolah terjadi perpecahan antara Projo dan Jokowi, yang belakangan dianggap semakin dekat dengan Partai Solidaritas Indonesia (PSI) pimpinan Kaesang Pangarep. Kesan yang ingin dibangun adalah Projo akan melawan PSI, meninggalkan Jokowi, dan akhirnya bergabung dengan Gerindra.
Tujuan Di Balik Settingan Jokowi
Menurut analisis Hensa, tujuan utama dari settingan ini adalah untuk memastikan Gibran Rakabuming Raka tetap menjadi wakil presiden mendampingi Prabowo Subianto pada Pilpres 2029, mewujudkan visi dua periode Prabowo-Gibran. Manuver ini dinilai diperlukan karena mulai bermunculan nama-nama potensial lain seperti Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa dan Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi, yang popularitasnya tengah naik menurut sejumlah survei.
Misi Budi Arie sebagai "Mata-mata"?
Dengan masuknya Budi Arie ke dalam Gerindra, Hensa menduga bahwa ia bisa berperan sebagai semacam "mata-mata" atau pengawas strategi bagi Jokowi di dalam dapur politik Prabowo. Hal ini untuk mengawal agenda dua periode Prabowo-Gibran dari dalam.
Tanggapan Enteng dari Dasco
Di sisi lain, respons dari Ketua Harian Gerindra, Sufmi Dasco Ahmad, justru terlihat sangat enteng dan tidak terpancing. Saat menanggapi pernyataan Budi Arie, Dasco dengan santai menyatakan bahwa dirinya belum mendengar langsung permintaan tersebut dan akan menanggapinya nanti jika sudah mendengar langsung. Sikap ini dinilai Hensa sebagai langkah yang cerdas untuk tidak terjebak dalam strategi yang dibangun.
Pernyataan Awal Budi Arie
Pada Kongres III Projo, Budi Arie sebelumnya telah meminta izin kepada kadernya untuk kemungkinan dirinya berpartai, dan secara tidak langsung menyebut Gerindra sebagai tujuannya. Ia mengaku ingin mendukung agenda politik Presiden Prabowo ke depannya.
Kesiapan Gerindra Menyambut Relawan
Meski menanggapi enteng wacana masuknya Budi Arie, Dasco menyatakan kesiapan Gerindra untuk menerima gelombang besar relawan dari manapun. Partai tersebut akan mempertimbangkan dan mengakomodir aspirasi dari para calon kader yang ingin bergabung.
Artikel Terkait
Koordinator KKN UGM 1985 Klaim Tak Kenal Joko Widodo
Rocky Gerung Soroti Rp17 Triliun untuk Dewan Perdamaian Trump: Harga Sebuah Buku dan Nyawa Anak di NTT
Himpunan Mahasiswa Al Washliyah Desak Prabowo Tindak Tegas Erick Thohir
Analis Bongkar Agenda Terselubung di Balik Janji Kerja Mati-Matian Jokowi untuk PSI