Eddy Soeparno Tegaskan Prabowo Tidak Dikendalikan Jokowi
Wakil Ketua Umum PAN Eddy Soeparno secara tegas membantah narasi yang menyebut Presiden RI Prabowo Subianto dikendalikan oleh Presiden ketujuh RI Joko Widodo atau Jokowi. Pernyataan ini disampaikan untuk meluruskan informasi yang beredar di publik.
"Saya kira itu tidak benar," kata Eddy Soeparno saat menjawab pertanyaan media di kompleks parlemen, Senayan, Jakarta, pada hari Jumat.
Sebagai Wakil Ketua MPR RI, Eddy meminta semua pihak untuk menghentikan narasi bahwa Prabowo dikendalikan Jokowi. Menurutnya, hal tersebut merupakan isu yang tidak tepat dan menyesatkan.
"Jadi, saya kira itu tidak perlu dihembuskan, tidak perlu dibesar-besarkan lagi," tegas Eddy.
Eddy Soeparno menjelaskan bahwa kedekatan antara para pemimpin bangsa tidak boleh diartikan sebagai hubungan pengendalian. Setiap pemimpin, termasuk Presiden Prabowo, memiliki kedaulatan dan kemandirian dalam menjalankan tugasnya.
"Saya kira ini kesempatan bagi saya untuk meluruskannya juga bahwa Pak Presiden Prabowo menjalankan hubungan baik dengan semua kepala negara di Indonesia," ujarnya.
Eddy menegaskan bahwa Presiden Prabowo adalah pemimpin yang mandiri dan tidak dapat diintervensi oleh figur mana pun dalam menjalankan kewenangannya sesuai dengan undang-undang.
"Saat ini beliau itu kepala negara yang menjalankan tugas berdasarkan kewenangan yang sudah dimandatkan kepada beliau," kata Eddy.
Pernyataan Langsung Prabowo Subianto
Sebelumnya, Presiden Prabowo Subianto juga telah menepis anggapan bahwa berbagai keputusan pemerintahannya masih dipengaruhi oleh Jokowi. Prabowo mengaku tidak pernah dikendalikan oleh Jokowi selama memimpin Indonesia.
"Saya bukan Prabowo takut sama Jokowi, Prabowo masih dikendalikan Pak Jokowi, enggak ada itu," kata Prabowo pada kesempatan sebelumnya.
Prabowo menilai bahwa saat ini mulai tumbuh budaya politik tidak sehat di Indonesia, di mana pemimpin dipuji saat berkuasa, tetapi direndahkan setelah lengser.
“Pemimpin dikuyo-kuyo, dicari-cari. Pada saat berkuasa disanjung-sanjung. Ini budaya apa? Ini harus kita ubah," ujar Prabowo.
Artikel Terkait
Koordinator KKN UGM 1985 Klaim Tak Kenal Joko Widodo
Rocky Gerung Soroti Rp17 Triliun untuk Dewan Perdamaian Trump: Harga Sebuah Buku dan Nyawa Anak di NTT
Himpunan Mahasiswa Al Washliyah Desak Prabowo Tindak Tegas Erick Thohir
Analis Bongkar Agenda Terselubung di Balik Janji Kerja Mati-Matian Jokowi untuk PSI