Ahmad Sahroni Bantah Kabur ke Singapura Saat Rumahnya Dijarah Massa
Anggota DPR RI nonaktif Ahmad Sahroni akhirnya buka suara mengenai pengalaman traumatis ketika rumahnya di Tanjung Priok, Jakarta Utara dijarah massa pada 30 Agustus 2025. Dalam wawancara eksklusif di YouTube Total Politik yang tayang 15 September 2025, Sahroni mengungkapkan detail kejadian yang dialaminya.
Bersembunyi 7 Jam di Kamar Mandi Rooftop
Sahroni mengisahkan bagaimana dirinya terpaksa bersembunyi di kamar mandi rooftop rumahnya selama 7 jam untuk menyelamatkan diri dari massa yang memasuki kediamannya. Saat kejadian, politikus tersebut berada di dalam rumah bersama beberapa kolega dan stafnya.
Bantah Isu Kabur ke Singapura
Dengan tegas Sahroni membantah isu yang beredar di media sosial yang menyebutkan dirinya kabur ke Singapura. "Gue enggak ke mana-mana. Kalau dibilang, fitnah 'gua lari', enggak ada. Until today gua di Jakarta," tegas Sahroni dalam podcast tersebut.
Klarifikasi Foto di Bandara
Sahroni juga memberikan klarifikasi mengenai foto yang beredar di media sosial. Menurutnya, foto tersebut justru menunjukkan momen dirinya dalam penerbangan dari Singapura ke Jakarta pada 29 Agustus, sehari sebelum penjarahan terjadi. "Itu pesawat jam tiga. Gue enggak kabur. Itu orang perempuan yang fotoin gue, karena dia duduk di depan gua. Dan itu (flight) ke Jakarta, bukan gue ke Singapura," jelasnya.
Data Imigrasi Jadi Bukti
Politikus yang sebelumnya menjabat wakil ketua Komisi III DPR RI ini menegaskan bahwa kebenaran mengenai keberadaannya dapat dibuktikan melalui data Imigrasi. "Jadi, orang bilang gue ke luar negeri, enggak ada, super fitnah banget. Itu, kan, gampang ngeceknya ke Imigrasi," tambah Sahroni.
Konfirmasi dari Denny Sumargo
Sebelumnya, kabar keberadaan Sahroni di Jakarta juga telah dikonfirmasi oleh Denny Sumargo yang mengaku sempat bertemu Sahroni di rumah Tanjung Priok pada tanggal 29 Agustus 2025, sehari sebelum peristiwa penjarahan terjadi.
Artikel Terkait
Koordinator KKN UGM 1985 Klaim Tak Kenal Joko Widodo
Rocky Gerung Soroti Rp17 Triliun untuk Dewan Perdamaian Trump: Harga Sebuah Buku dan Nyawa Anak di NTT
Himpunan Mahasiswa Al Washliyah Desak Prabowo Tindak Tegas Erick Thohir
Analis Bongkar Agenda Terselubung di Balik Janji Kerja Mati-Matian Jokowi untuk PSI