Realitas Pahit Setelah Banjir Besar Aceh
Sudah hampir sebulan. Tapi kondisi di sejumlah wilayah Aceh masih jauh dari kata pulih. Akses menuju desa-desa yang terisolasi itu benar-benar memprihatinkan. Petugas di lapangan berjuang mati-matian menghadapi situasi yang sulit. Sementara warga yang tertahan hanya bisa bertahan dengan sisa-sisa yang ada.
Menurut sejumlah saksi di lokasi, informasi yang beredar kerap tak sesuai kenyataan. Entah mereka di ring satu istana itu tahu atau tidak soal fakta sesungguhnya di lapangan. Atau jangan-jangan cuma menerima laporan yang isinya klise: "listrik sudah menyala, Pak!" atau "triliunan dana siap dicairkan, Pak!" Laporan-laporan itu terdengar seperti omong kosong belaka.
Di sisi lain, ada satu momen yang sempat viral dan mengundang perhatian publik. Sebuah video menunjukkan Wakil Gubernur Aceh, yang sedang menyeberangi sungai dengan rakit, tiba-tiba terbalik. Kejadian itu terjadi di Aceh Tengah.
Bisa dibayangkan, netizen pun ramai membahasnya. Ada yang prihatin, tak sedikit pula yang malah tertawa melihatnya. Seperti komentar sarkastik dari penulis Tere Liye di media sosial. Ia berandai-andai, jangan sampai para "Bapak Pahlawan" bidang sawit atau teknologi digital seperti AI dan blockchain harus naik rait seperti itu. Pasti heboh.
"Tere Liye
Momen itu, meski terlihat lucu bagi sebagian orang, sebenarnya adalah gambaran nyata betapa beratnya medan yang harus dilalui untuk menjangkau korban. Ini bukan sekadar soal rakit yang oleng, tapi tentang jurang pemisah antara laporan yang manis di atas kertas dan kondisi riil yang masih berantakan di bawah.
Artikel Terkait
FIFA Jatuhkan Sanksi 20 Laga dan Denda Rp324 Juta untuk Mantan Manajer Timnas Sumardji
Benzema Cetak Hattrick di Debut, Al Hilal Hancurkan Al Okhdood 6-0
Pakar Ungkap Modus dan Evolusi Love Scam yang Kian Terstruktur
KPK Selidiki Dugaan Suap Impor Melibatkan Perusahaan Logistik Blueray Cargo