Menurut penuturan Ali, kedua syarikah yang ditunjuk pemerintah dinilai gagal memberikan pelayanan terbaik bagi jemaah haji Indonesia pada tahun 2025.
Kegagalan layanan ini disebut terjadi dalam berbagai aspek, mulai dari fasilitas yang disediakan, proses penjemputan jemaah, penempatan akomodasi, hingga layanan katering (catering).
Ali mempertanyakan kembali kemampuan kedua perusahaan tersebut untuk bisa memberikan pelayanan yang prima bagi jemaah haji Indonesia di tahun 2026.
Komitmen HMI Perjuangkan Kualitas Layanan Haji
Ali menegaskan bahwa kritik dan tuntutan yang disampaikan HMI bertujuan untuk mendorong perbaikan dan pembenahan layanan haji yang lebih berkualitas dan profesional.
Dia menambahkan, "Tidak ada alasan untuk tetap mempertahankan posisi ketika umat menjadi korban," menekankan bahwa kepentingan jemaah haji harus diutamakan.
Ali juga menyatakan komitmen perjuangan HMI dengan mengatakan, "HMI tidak akan berhenti bersuara atas penyimpangan yang merugikan umat," menandakan bahwa aksi protes ini mungkin akan berlanjut jika tuntutan mereka tidak dipenuhi.
Artikel Terkait
Anggota DPR Desak Percepat Regulasi PPPK untuk 630 Ribu Guru Madrasah
Koordinator KKN UGM 1985 Klaim Tak Kenal Joko Widodo
Rocky Gerung Soroti Rp17 Triliun untuk Dewan Perdamaian Trump: Harga Sebuah Buku dan Nyawa Anak di NTT
Himpunan Mahasiswa Al Washliyah Desak Prabowo Tindak Tegas Erick Thohir