HMI Demo Kemenhaj Tuntut Pembatalan Kontrak 2 Syarikah Haji 2026, Ini Alasannya

- Kamis, 06 November 2025 | 20:30 WIB
HMI Demo Kemenhaj Tuntut Pembatalan Kontrak 2 Syarikah Haji 2026, Ini Alasannya

HMI Cabang Jakarta Raya Demo Kemenhaj, Minta Pembatalan Kontrak Dua Syarikah Haji 2026

Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Cabang Jakarta Raya menggelar aksi unjuk rasa di depan kantor Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) pada Kamis, 6 November.

Dalam demonstrasi tersebut, HMI secara tegas menuntut pemerintah untuk membatalkan kontrak kerja sama dengan dua perusahaan penyedia layanan haji (syarikah) yang telah ditunjuk untuk pelaksanaan ibadah haji tahun 2026.

Alasan Penolakan terhadap Dua Syarikah Haji

Ketua HMI Cabang Jakarta Raya, Ali Loilatu, menyatakan bahwa penolakan ini dilatarbelakangi oleh catatan kinerja buruk kedua perusahaan tersebut saat memberikan layanan pada haji 2025.

Ali mengungkapkan bahwa masalah yang melibatkan kedua syarikah ini bahkan pernah diakui dan disampaikan langsung oleh Wakil Menteri Haji dan Umrah (Wamenhaj), Dahnil Anzar Simanjuntak.

Dia menegaskan, "Batalkan kontrak dua syarikah ini," dalam orasinya di depan kantor Kemenhaj.

Dugaan Kegagalan Layanan Syarikah pada Haji 2025

Menurut penuturan Ali, kedua syarikah yang ditunjuk pemerintah dinilai gagal memberikan pelayanan terbaik bagi jemaah haji Indonesia pada tahun 2025.

Kegagalan layanan ini disebut terjadi dalam berbagai aspek, mulai dari fasilitas yang disediakan, proses penjemputan jemaah, penempatan akomodasi, hingga layanan katering (catering).

Ali mempertanyakan kembali kemampuan kedua perusahaan tersebut untuk bisa memberikan pelayanan yang prima bagi jemaah haji Indonesia di tahun 2026.

Komitmen HMI Perjuangkan Kualitas Layanan Haji

Ali menegaskan bahwa kritik dan tuntutan yang disampaikan HMI bertujuan untuk mendorong perbaikan dan pembenahan layanan haji yang lebih berkualitas dan profesional.

Dia menambahkan, "Tidak ada alasan untuk tetap mempertahankan posisi ketika umat menjadi korban," menekankan bahwa kepentingan jemaah haji harus diutamakan.

Ali juga menyatakan komitmen perjuangan HMI dengan mengatakan, "HMI tidak akan berhenti bersuara atas penyimpangan yang merugikan umat," menandakan bahwa aksi protes ini mungkin akan berlanjut jika tuntutan mereka tidak dipenuhi.

Editor: Redaksi MuriaNetwork

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar