Projo Ganti Logo: Tak Pakai Wajah Jokowi Lagi, Ini Alasannya

- Sabtu, 01 November 2025 | 19:50 WIB
Projo Ganti Logo: Tak Pakai Wajah Jokowi Lagi, Ini Alasannya
Projo Akan Ganti Logo: Tak Lagi Gunakan Wajah Jokowi - Transformasi Organisasi

Projo Akan Ganti Logo: Tak Lagi Gunakan Wajah Jokowi

Ketua Umum Relawan Projo, Budi Arie Setiadi, mengumumkan rencana perubahan logo organisasi. Logo baru Projo tidak akan lagi menampilkan wajah Presiden Joko Widodo (Jokowi).

Perubahan logo ini merupakan bagian dari proses transformasi organisasi yang sedang dilakukan oleh Projo. Tujuannya adalah untuk menghilangkan kesan kultus individu dalam organisasi relawan tersebut.

Pengumuman Perubahan Logo Projo

Budi Arie menyampaikan pengumuman ini usai menghadiri acara pembukaan Kongres ke-3 Relawan Projo di Hotel Sahid, Jakarta, pada Sabtu (1/11/2025).

"Projo akan melakukan transformasi organisasi, yang salah satunya adalah kemungkinan mengubah logo Projo. Logo Projo akan kita ubah supaya tidak terkesan kultus individu. Iya, kemungkinan (bukan logo Jokowi lagi)," jelas Budi Arie.

Arti Nama Projo dan Masa Depan Organisasi

Meski logonya berubah, Budi Arie menegaskan bahwa organisasi ini akan tetap menggunakan nama Projo. Ia menjelaskan bahwa nama Projo bukanlah singkatan dari "Pro Jokowi", melainkan berasal dari bahasa Sanskerta yang berarti "negeri" dan "rakyat".

"Projo itu artinya negeri dan rakyat. Jadi Projo itu sendiri artinya negeri dalam bahasa Sanskerta, dan dalam bahasa Jawa Kawi artinya rakyat. Jadi kaum Projo adalah kaum yang mencintai negara dan rakyatnya," ungkapnya.

Dalam kesempatan yang sama, Budi Arie juga menegaskan bahwa Projo tidak akan bertransformasi menjadi partai politik. Pernyataan ini menepis spekulasi yang beredar mengenai masa depan organisasi relawan tersebut.

"Projo tidak akan menjadi partai," tegas Budi Arie.

Keputusan untuk mengubah logo Projo menandai babak baru dalam perjalanan organisasi relawan ini, dengan fokus yang lebih luas melampaui figur presiden saat ini.

Editor: Dewi Ramadhani

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar