Proyek Kereta Cepat Jakarta-Bandung Dinilai Membebani Keuangan Negara
Pakar kebijakan publik dan transportasi, Agus Pambagio, menilai proyek Kereta Cepat Jakarta-Bandung (KCJB) atau Whoosh warisan mantan Presiden Joko Widodo justru membebani keuangan negara. Agus bahkan mendorong lembaga penegak hukum seperti KPK atau Bareskrim Polri untuk mengusut proyek kereta cepat ini.
Agus menyoroti perbandingan biaya dengan proyek serupa di Arab Saudi. "Hari ini dibandingkan dengan kereta cepat yang lagi dibuat Arab Saudi. Saya bilang ke teman-teman berbeda. Di Arab Saudi mungkin tanahnya nggak beli, di sini kan beli, calonya banyak kali," ujar Agus dalam sebuah diskusi di kanal YouTube Abraham Samad.
Masalah Pembiayaan dan Skema Utang Kereta Whoosh
Menurut Agus Pambagio, sejak awal proyek kereta cepat ini sarat dengan masalah. Beberapa masalah yang menonjol adalah pembengkakan biaya, perubahan rute, hingga skema utang yang dinilai tidak transparan. Karena itu, ia mendesak agar lembaga audit dan penegak hukum segera turun tangan untuk menelusuri potensi penyimpangan dalam pelaksanaannya.
"Susah kalau mau dibandingkan, nggak apple to apple. Maka saya sarankan KPK masuk saja, atau Bareskrim atau siapa pun review. BPK kan tiap tahun juga mengaudit," tegasnya.
Artikel Terkait
Kepemimpinan PBNU Kembali ke Gus Yahya, Muktamar 35 Dijadwalkan 2026
Kontroversi Video Rektor UGM: Tahun Kelulusan Jokowi Berubah dalam Dua Versi
TPUA Soroti Eggi Sudjana dan Damai Hari Lubis: Karakter Pengkhianat hingga Tudingan Layani Jokowi
Desakan Organisasi Pemuda: Erick Thohir Dinilai Gagal, Minta Kemenpora Dipisah