Tampaknya Prabowo tidak bisa dan tidak mau lagi membantu dan melindunginya, kata Prof Ikrar.
Lebih lanjut, ia menyatakan bahwa masalah dugaan ijazah palsu Jokowi dan Gibran semakin terbuka dan sulit dibendung, terutama setelah beredarnya data dan informasi dari Komisi Pemilihan Umum (KPU).
Demikian juga ijazah Gibran juga sudah terbukti palsu, tegas Prof Ikrar.
Poin kedua yang diungkapkannya adalah bahwa Prabowo tidak akan tinggal diam menyikapi sejumlah kasus megakorupsi yang diduga melibatkan geng Solo maupun oligarki.
Buat Prabowo, apa yang dilakukan oleh baik itu geng Solo, ataukah kemudian oligarki, dan lain-lain, ini sudah memberatkan anggaran pendapatan dan belanja negara pada era Prabowo Subianto, pungkasnya.
Sumber: konteks
Artikel Terkait
Dokter Tifa Ungkap Enam Versi Ijazah Jokowi, Soroti Emboss Misterius dari Polda
PKS di Persimpangan: Ikut Arus Kekuasaan atau Teguh pada Prinsip?
Ahok Bongkar Motif di Balik Wacana Pilkada Lewat DPRD: Ini Pasar Gelap Politik!
Di Tengah Sorak Petani Karawang, Prabowo Sindir Elit yang Kerjanya Cuma Ngejek