Isu mengejutkan kembali mencuat di panggung politik nasional. Seorang praktisi intelijen, Kolonel (Purn) Sri Radjasa Chandra, mengungkapkan skenario yang bisa terjadi: Presiden Prabowo Subianto mendadak mundur dari jabatannya setelah Agustus 2026. Menurutnya, hal itu bisa dipicu oleh desakan publik yang kuat serta kondisi kesehatan yang tidak prima.
Jika Prabowo benar-benar mundur, maka Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka akan naik menggantikan posisinya. Pernyataan ini disampaikan Radjasa dalam sebuah kanal YouTube, Selasa (28/7). Ia menjelaskan bahwa pengunduran diri presiden berbeda dengan pemakzulan. "Kalau presiden mengundurkan diri itu beda loh. Mungkin bisa satu paket," imbuhnya.
Radjasa menegaskan, alasan utama mundurnya Prabowo adalah desakan publik dan faktor kesehatan. "Ya itu tadi karena desakan publik ya kan (Presiden mengundurkan diri) yang begitu kuat kemudian kesehatan ya kan dia mundur ya," tandasnya.
Sebelumnya, pada awal 2024, pengamat militer Connie Rahakundini Bakrie mengaku mendapat cerita dari Ketua Tim Kampanye Nasional (TKN) Rosan Roeslani. Saat itu, Rosan disebut menyampaikan bahwa jika Prabowo menang di Pilpres 2024, ia hanya akan menjabat dua tahun lalu digantikan Gibran. "Saya bilang apa dulu saya mau tanya emang Pak Prabowo ini bakal jadi presiden berapa lama? Ini menyampaikan Pak Rosan loh, duta besar kita, mantan, di Amerika. Jadi rencananya dua tahun. Tiga tahun berikutnya diikuti oleh Gibran," kata Connie.
Namun, Rosan Roeslani membantah keras klaim tersebut. Ia menegaskan bahwa ucapan "dua tahun" justru pertama kali keluar dari mulut Connie sendiri. "Pernyataan yang dua tahun itu bukan datang dari saya. Beliau (Connie) mengatakan, 'Ini gimana kalau sudah dua tahun, atau kalau tiba-tiba Pak Prabowo, saya ini orang intelijen, bisa saja Pak Prabowo diracun, bisa lebih cepat, itu gimana?', dia bilang begitu," ujar Rosan dalam konferensi pers di Media Center TKN Prabowo-Gibran, Jakarta Selatan. "Saya bilang, 'Bu, udahlah, itu tidak pantas. Ya sudahlah, kita, sih, nggak ada pikiran seperti itu lah, janganlah'," lanjutnya.
Artikel Terkait
Momen Prabowo di Batang: Pemuda Angkat Kompor Gas Besar, Presiden Balas dengan Jempol
Celah Hukum yang Bisa Membuat Gibran Otomatis Gantikan Prabowo Sebelum 2029
DPR Dukung Kenaikan Tukin TNI dan Pegawai Kemhan, Disebut Bentuk Apresiasi Negara
Realisasi Anggaran Kementerian PKP Capai Rp3,27 Triliun hingga Juli 2026