MURIANETWORK.COM -Warisan utang Presiden Joko Widodo hingga periode kedua pemerintahan Kabinet Indonesia Maju, diprediksi bakal memperberat beban ekonomi pemerintahan Presiden dan Wakil Presiden terpilih 2024 Prabowo Subianto-Gibran Rakabuming Raka.
Direktur Ekonomi Digital Center of Economic and Law Studies (Celios) Nailul Huda memperhatikan, warisan utang Jokowi hingga akhir masa jabatannya di 2024 ini semakin menggunung.
"Beban bunga utang yang akan menggunung juga, di mana saat ini pun sudah menyentuh angka 15 persen dari APBN," ujar Huda kepada Kantor Berita Politik RMOL, Jumat (21/6).
Dia menjelaskan, dampak pelemahan Rupiah akibat kenaikan nilai Dolar Amerika Serikat, juga menambah beban nilai utang luar negeri Indonesia jadi menggunung.
"Jadi memang meninggalkan beban utang yang cukup berat (bagi Prabowo-Gibran)," tandasnya.
Sumber: RMOL
Artikel Terkait
Anggota DPR Desak Percepat Regulasi PPPK untuk 630 Ribu Guru Madrasah
Koordinator KKN UGM 1985 Klaim Tak Kenal Joko Widodo
Rocky Gerung Soroti Rp17 Triliun untuk Dewan Perdamaian Trump: Harga Sebuah Buku dan Nyawa Anak di NTT
Himpunan Mahasiswa Al Washliyah Desak Prabowo Tindak Tegas Erick Thohir