MURIANETWORK.COM -Ketua Umum Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP), Megawati Soekarnoputri, dinilai tengah menyampaikan otokritik ke internal partainya, dengan meminta putrinya Puan Maharani bertukar posisi.
Direktur Eksekutif Indonesia Political Review (IPT), Ujang Komarudin berpendapat, sejatinya Megawati tengah melakukan regenerasi dengan menyerahkan kursi ketua umum kepada Puan.
Soal tukar posisi, menurut Ujang, merupakan pernyataan politis agar Puan betul-betul mempersiapkan diri.
"Soal tukar posisi itu bisa jadi adalah tantangan bagi Puan untuk menyiapkan diri menjadi Ketum PDIP di masa mendatang, entah kapan," ujar Ujang kepada Kantor Berita Politik RMOL, Selasa (28/5).
Dosen Ilmu Politik Universitas Al-Azhar Indonesia itu menilai Megawati juga menyimpan makna lain dari pernyataannya soal bertukar posisi. Di mana Puan diminta untuk berperan secara maksimal sebagai Ketua DPR.
"Makna lain yang saya lihat dari (frasa) tukar posisi, mungkin kalau saya (Megawati) jadi Ketua DPR akan lebih keras, lebih tegas untuk bisa mengkritisi pemerintah, untuk tidak manut pada pemerintah, untuk menjaga prinsip-prinsip demokrasi, untuk mengawasi dan mengontrol pemerintah, tidak jadi tukang stempel pemerintah," pungkas Ujang.
Sumber: RMOL
Artikel Terkait
Koordinator KKN UGM 1985 Klaim Tak Kenal Joko Widodo
Rocky Gerung Soroti Rp17 Triliun untuk Dewan Perdamaian Trump: Harga Sebuah Buku dan Nyawa Anak di NTT
Himpunan Mahasiswa Al Washliyah Desak Prabowo Tindak Tegas Erick Thohir
Analis Bongkar Agenda Terselubung di Balik Janji Kerja Mati-Matian Jokowi untuk PSI