Sabtu lalu (10/1), suasana di Kabupaten Wonosobo tampak sedikit berbeda. Kunjungan kerja Menteri Koordinator Bidang Pangan, Zulkifli Hasan, menjadi agenda utama di wilayah itu. Salah satu tujuannya adalah meninjau langsung Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi atau SPPG di Kecamatan Kalikajar.
Fasilitas ini, bagi pemerintah, punya peran krusial. Ia jadi ujung tombak distribusi pangan bergizi, terutama untuk kelompok yang paling membutuhkan: anak-anak, ibu hamil, dan para lansia. Zulkifli Hasan melihat sendiri bagaimana operasionalnya berjalan.
Ia berkeliling, mengecek sarana yang ada. Tak lupa, dialog singkat dengan pengelola dan petugas di tempat itu. Intinya, bagaimana kesiapan dan kualitas layanannya, serta apakah bantuan benar-benar sampai ke masyarakat sekitar.
Namun begitu, ada momen lain yang justru menarik perhatian. Usai peninjauan, sebelum menyapa warga yang sudah menunggu, sang menteri terlihat duduk sebentar di area sekitar gedung. Saat itulah, beberapa staf pendampingnya mendekat.
Dengan sigap, mereka membersihkan sepatu dan bagian celana yang dikenakan Zulkifli Hasan.
Aksi spontan itu langsung disorot oleh awak media dan warga yang hadir. Cuma sebentar, tapi cukup menunjukkan kesigapan tim pendamping. Mereka memastikan penampilan pejabatnya tetap rapi di depan publik, meski baru saja berkeliling di area lapangan.
Memang, kondisi tanah di sekitar SPPG Kalikajar saat itu cukup lembap. Risiko kotor itu nyaris tak terhindarkan.
Setelah urusan kebersihan itu selesai, barulah Menko Pangan itu menuju kerumunan warga. Ia menyapa, bersalaman, dan berbincang hangat. Antusiasme masyarakat Kalikajar terlihat jelas. Mereka berharap program ketahanan pangan dan gizi seperti ini betul-betul kuat dan berkelanjutan di daerah mereka.
Dalam kesempatan itu, Zulkifli Hasan kembali menegaskan komitmen pemerintah.
"Keberadaan SPPG di daerah seperti Wonosobo ini adalah bukti nyata. Negara hadir untuk memenuhi kebutuhan dasar masyarakat, terutama akses terhadap pangan bergizi yang merata," ujarnya.
Kunjungan kerja seperti ini, diharapkan bukan sekadar seremonial. Ia harus jadi bahan evaluasi yang jujur. Bagaimana meningkatkan kualitas layanan SPPG ke depan, dan yang tak kalah penting, memperkuat sinergi antara pusat dan daerah. Tujuannya satu: ketahanan pangan nasional yang benar-benar bisa diandalkan.
Artikel Terkait
Anggota DPR Desak Percepat Regulasi PPPK untuk 630 Ribu Guru Madrasah
Koordinator KKN UGM 1985 Klaim Tak Kenal Joko Widodo
Rocky Gerung Soroti Rp17 Triliun untuk Dewan Perdamaian Trump: Harga Sebuah Buku dan Nyawa Anak di NTT
Himpunan Mahasiswa Al Washliyah Desak Prabowo Tindak Tegas Erick Thohir