MURIANETWORK.COM – Ada agenda terselip di balik retret Kabinet Merah Putih yang digelar di kediaman pribadi Presiden Prabowo Subianto di Hambalang, Bogor. Menurut sejumlah pengamat, pertemuan itu bukan sekadar acara seremonial belaka. Ada tujuan politis yang cukup kental di dalamnya.
Hendri Satrio, atau yang akrab disapa Hensat, seorang analis komunikasi politik, mengungkapkan hal itu kepada awak media pada Rabu, 7 Januari 2026 lalu. Ia meyakini, retret ini berfungsi ganda.
“Pertama, memang untuk melakukan evaluasi kabinet, terutama di tahun baru. Ini sekaligus menguji loyalitas kabinet juga,” ujar Hensat.
Namun begitu, ia menekankan bahwa poin terpenting dari pertemuan itu adalah konsolidasi. Presiden Prabowo, kata Hensat, perlu menyatukan lagi barisan menterinya untuk menghadapi tahun 2026 yang diprediksi tak akan mudah.
“Karena di tahun ini bukan tahun yang mudah juga,” tambahnya singkat.
Agenda retret sendiri telah digelar sehari sebelumnya, tepatnya Selasa, 6 Januari 2026. Presiden Prabowo Subianto memberikan taklimat awal tahun kepada seluruh jajaran menteri Kabinet Merah Putih di lokasi yang sama.
Informasi resmi mengenai acara itu dibagikan oleh Sekretaris Kabinet, Teddy Indra Wijaya, melalui akun Instagram @sekretariat.kabinet. Unggahan tersebut menyertai foto-foto kegiatan dengan keterangan singkat: “Taklimat Awal Tahun Presiden Republik Indonesia. Hambalang, Bogor 6 Januari 2026. Pukul 13.30 WIB.”
Jadi, di balik suasana hening Hambalang, terjadi pembicaraan serius. Evaluasi kinerja, uji loyalitas, dan yang utama: menyiapkan strategi untuk menghadapi tantangan tahun-tahun ke depan. Sebuah langkah yang wajar, sekaligus penuh pertimbangan politik.
Artikel Terkait
Anggota DPR Desak Percepat Regulasi PPPK untuk 630 Ribu Guru Madrasah
Koordinator KKN UGM 1985 Klaim Tak Kenal Joko Widodo
Rocky Gerung Soroti Rp17 Triliun untuk Dewan Perdamaian Trump: Harga Sebuah Buku dan Nyawa Anak di NTT
Himpunan Mahasiswa Al Washliyah Desak Prabowo Tindak Tegas Erick Thohir