MURIANETWORK.COM – Wacana Partai Golkar soal koalisi permanen? Banyak yang meragukannya. Sejarah bicara lain. Justru partai berlambang pohon beringin inilah yang kerap dianggap paling tidak setia menjaga komitmen koalisi. Gagasan itu dinilai cuma akan jadi jargon belaka.
Efriza, pengamat politik dari Citra Institute, menggarisbawahi hal itu. Menurutnya, watak politik Golkar sudah lama diwarnai inkonsistensi. Pola ini, katanya, sudah terlihat sejak era pemerintahan Susilo Bambang Yudhoyono (SBY). Partai ini punya kecenderungan untuk membelot dari barisan pendukung pemerintah.
“Golkar bicara koalisi permanen tapi justru Golkar sendiri yang selama ini membuat koalisi rapuh,” tegas Efriza.
Ia menyampaikan hal itu kepada Kantor Berita Politik dan Ekonomi RMOL, Minggu (4/1/2026).
“Kalau kita belajar dari sejarah politik era reformasi, polanya selalu berulang,” tambahnya.
Artikel Terkait
Partai Buruh Tolak Keras: Pilkada Langsung Harga Mati, Jangan Korbankan Reformasi
Mantan Projo: Lagu Slank Republik Fufufafa Sentil Kondisi Riil dan Ancaman Laten 2029
Adhie Massardi: Indonesia Kehilangan Peradaban, Etika dan Moral Tergerus
Prabowo: Menteri Turun ke Bencana, Datang atau Tidak Selalu Disalahkan