Profil Sri Owen: Penulis yang Memopulerkan Masakan Indonesia di Inggris Meninggal Dunia
Sri Owen, penulis kuliner legendaris asal Indonesia yang berjasa memperkenalkan masakan Indonesia ke Inggris, meninggal dunia pada Sabtu, 4 Oktober 2025 di usia 90 tahun. Sosok inspiratif ini menghabiskan hidupnya dengan mendokumentasikan dan mempromosikan kekayaan kuliner Nusantara di kancah internasional.
Perjalanan Hidup Sri Owen
Lahir di Padang Panjang, Sumatra Barat pada 31 Maret 1935, Sri Owen merupakan anak pertama dari pasangan guru. Ia tumbuh dalam lingkungan keluarga yang kental dengan tradisi kuliner Minangkabau. Sejak usia 5 tahun, Owen sudah aktif membantu neneknya menyiapkan berbagai hidangan tradisional seperti bubur singkong pedas dan omelet telur bebek.
Masa kecilnya diwarnai dengan pengalaman makan yang hangat di dapur neneknya. Dalam sebuah wawancara dengan The Christian Science Monitor tahun 1987, Owen bercerita: "Orangtua saya makan di meja saat saya tumbuh di Indonesia. Tetapi saya makan di dapur besar nenek saya, duduk bersila di platform beralas tikar dengan kerabat dan pembantu, menjilati jari, sambil mendengarkan percakapan di sekitar saya."
Pendidikan dan Perjalanan ke Inggris
Setelah lulus SMA, Owen melanjutkan pendidikan ke Universitas Gadjah Mada dan meraih gelar sarjana serta pascasarjana dalam bidang bahasa Inggris pada pertengahan 1950-an. Ia sempat mengajar di universitas tersebut sebelum bertemu calon suaminya pada tahun 1961.
Setelah menikah, Owen pindah ke Inggris dan menetap di Wimbledon, pinggiran barat daya London. Di sana, ia bekerja sebagai penyiar radio untuk layanan bahasa Indonesia BBC sebelum akhirnya fokus menulis buku masakan.
Kontribusi untuk Kuliner Indonesia
Sri Owen tidak hanya menulis buku, tetapi juga membuka toko makanan Indonesia di lantai dasar rumah keluarganya yang diberi nama Mustika Rasa. Produk-produknya bahkan berhasil dijual di department store ternama Harrods.
Buku pertamanya, "The Home Book of Indonesian Cookery" yang diterbitkan Faber pada 1976, berisi resep-resep keluarga yang diturunkan dari neneknya dan dicatat rapi oleh ibunya. Buku ini menjadi fondasi dari semua karya tulisnya berikutnya.
Atas dedikasinya yang luar biasa terhadap penulisan resep masakan Indonesia, Sri Owen dianugerahi Lifetime Achievement Award pada Guild of Food Writers Awards di London. Media Inggris The Observer bahkan menyebutnya sebagai "leading Southeast Asian Foodie" di Inggris.
Kepergian Sri Owen merupakan kehilangan besar bagi dunia kuliner Indonesia. Namun warisannya dalam memperkenalkan dan melestarikan masakan Indonesia di kancah global akan terus dikenang dan menjadi inspirasi bagi generasi penerus.
Artikel Terkait
Dari Suara Aneh hingga Laporan Hukum: Kronologi Bocornya CCTV Rumah Inara Rusli
Jangan Beli Buku hingga Jauhkan Sapu: Pantangan Unik Sambut Imlek 2026
Dedi Mulyadi Siapkan 3.000 Lowongan Kerja, Utamakan Lulusan SMK Jabar
Dedi Mulyadi Dikritik Usai Turun Langsung Evakuasi Korban Longsor