2. Bipolar NiMH
Dikembangkan oleh Toyota, bipolar NiMH memiliki struktur elektroda yang disusun menjadi satu, mengurangi hambatan dalam baterai.
Hal ini memungkinkan baterai memberikan tenaga lebih besar daripada NiMH konvensional. Contoh mobil yang menggunakan baterai ini adalah Lexus LBX dan Toyota Crown.
3. Nikel Kadmium (NiCd)
Meskipun tidak lagi umum digunakan, NiCd memiliki kepadatan penyimpanan tinggi dan umur pakai mencapai 500-1000 siklus pengisian. Namun, bobot yang berat, rentan terhadap efek memori, dan kandungan kadmium yang berbahaya bagi lingkungan membuatnya kurang populer.
4. Lead Acid
Baterai ini menggunakan elektroda berbahan timbal dan asam sulfat sebagai elektrolit. Meskipun merupakan teknologi baterai tertua, lead acid masih digunakan pada aki mobil konvensional untuk starter mesin. Kelemahan utamanya adalah berat dan rentan terhadap kerusakan.
5. Solid State
Baterai ini menggunakan elektrolit padat sebagai pengganti elektrolit cair, meningkatkan keamanan dan mengurangi risiko kebakaran. Solid state menjadi alternatif potensial untuk mengatasi insiden kebakaran baterai yang sering terjadi.
Baca Juga: Ayo Media Network dan Pemkot Palembang Perkuat Kerja Sama Penyebaran Informasi dan Solusi Komunikasi
Artikel ini telah lebih dulu tayang di: ayopalembang.com
Artikel Terkait
Dari Bensin ke Listrik: Kisah Driver Ojol yang Hemat Rp 45 Ribu Sehari
Hyundai Creta Alpha Meluncur, Tampil Garang dengan Sentuhan Hitam Dominan
Pasar Otomotif Indonesia 2026: Gelombang Baru Merek Premium dan Listrik Siap Serbu
Geliat Otomotif 2026: Gelombang Mobil Listrik dan Hybrid Siap Serbu Pasar Indonesia