Jakarta - Geely Auto baru saja merilis angka penjualan untuk tahun 2025, dan hasilnya cukup mencengangkan. Perusahaan otomotif asal China itu berhasil menjual 3,024 juta unit kendaraan sepanjang tahun lalu. Angka itu tak main-main, karena menunjukkan lompatan penjualan hingga 39 persen dibanding tahun sebelumnya.
Nah, memasuki tahun 2026, ambisi Geely ternyata makin besar. Mereka sudah menancapkan target baru: menjual 3,45 juta unit. Kalau dibandingkan dengan realisasi 2025, target itu berarti menuntut pertumbuhan sekitar 14 persen. Sebuah sasaran yang cukup tinggi, tapi sepertinya Geely percaya diri.
Rinciannya begini. Merek utama Geely sendiri ditargetkan menyumbang 2,75 juta unit. Sementara itu, Lynk & Co diharapkan mencapai 400 ribu unit, dan Zeekr, si premium listrik murni, menyusul dengan target 300 ribu unit.
Yang menarik, komitmen mereka pada kendaraan listrik tetap jadi prioritas. Untuk 2026, Geely menargetkan penjualan kendaraan energi baru (NEV) sebanyak 2,22 juta unit. Itu artinya, mereka memproyeksikan pertumbuhan yang cukup tajam, sekitar 32 persen, dari penjualan NEV di tahun 2025.
Pertumbuhan spektakuler ini, jujur saja, banyak disokong oleh performa gemilang segmen kendaraan listrik. Penjualan NEV Geely tahun lalu benar-benar meledak, naik 90 persen menjadi 1,687 juta unit. Mereka tak cuma memenuhi target, tapi bahkan memecahkan rekor baru.
Dari total penjualan itu, brand Geely berkontribusi besar: 2,449 juta unit. Di dalamnya, ada beberapa prestasi yang patut dicatat. Seri China Star, misalnya, berhasil terjual 1,2141 juta unit. Itu berarti mereka melampaui target "Satu Juta China Star" yang dicanangkan.
Lalu ada Geely Galaxy. Merek ini jadi pemain yang benar-benar menonjol. Penjualan tahunannya mencapai 1,2 juta unit, atau melesat 150 persen! Bahkan, Galaxy berhasil mencapai tonggak satu juta unit hanya dalam waktu 29 bulan. Cukup cepat, dan konon itu adalah rekor untuk merek NEV di China.
Di sisi lain, Lynk & Co juga tak kalah. Mereka melaporkan penjualan 350.500 unit, tumbuh 23 persen. Kontribusi keluarga kendaraan listriknya mencapai 227.800 unit, yang berarti naik 36 persen.
Bagaimana dengan Zeekr? Merek premium listrik murni ini menutup tahun 2025 dengan menjual 224.100 unit. Mereka bahkan mengakhiri tahun dengan gaya, karena berhasil mengirim 30.300 unit hanya di bulan Desember sebuah rekor pengiriman bulanan baru untuk Zeekr.
Ekspansi global Geely juga terus berjalan. Ekspor mereka ke pasar luar negeri mencapai 420.100 unit di tahun 2025, berhasil memenuhi target yang ditetapkan.
Dengan semua pencapaian ini, posisi Geely di pasar otomotif China makin kuat. Mereka kini dilihat banyak analis sebagai pesaing terberat bagi BYD, yang selama ini mendominasi. Fakta ini makin diperkuat dengan performa Geely Geome Xingyuan, yang menjadi kendaraan listrik murni terlaris di China pada 2025.
Menurut sejumlah laporan, di pertengahan tahun lalu, Geely bahkan dengan percaya diri menaikkan target penjualan tahunannya dari 2,71 juta menjadi 3 juta kendaraan. Sementara itu, BYD justru mengambil langkah sebaliknya dengan menurunkan targetnya.
Sebagai salah satu dari dua raksasa otomotif swasta terbesar di China, langkah Geely ini jelas mengubah peta persaingan. Mereka perlahan tapi pasti terus mempersempit jarak dengan pemimpin pasar.
Artikel Terkait
Polisi Kanada Gunakan Drone untuk Tilang, Justru Dituding Sebagai Sumber Gangguan
Honda Stylo 160 Jadi Primadona, Wahana Honda Jual Lebih dari 500 Unit di IIMS 2026
China Siap Larang Kemudi Yoke pada Mobil Listrik Mulai 2027
Jetour T2 Tembus 1.000 SPK, Fokus Beralih ke Layanan Purna Jual