Yang bikin cerita ini makin menarik adalah sejarah dari Land Cruiser 100 itu sendiri. Unit yang akan dikemudikan Jeje ini adalah mobil legendaris. Dulu, di era awal 2000-an, mobil inilah yang membawa tim Toyota Jepang meraih gelar juara Rally Dakar. Setelah sekian lama, mobil bersejarah itu akhirnya dibeli oleh Compagnie Saharienne sebelum akhirnya dipersiapkan untuk Jeje.
Ini akan jadi pertama kalinya Julian Johar mengendarai sang legenda di ajang Dakar. Bukan cuma soal performa, ada nilai emosional dan motivasi ekstra yang dibawa oleh sejarah panjang mobil tersebut.
Dari tampilan luarnya, mobil ini langsung menarik perhatian. Dominasi warna merah dan putih, tentu saja merepresentasikan Indonesia, dengan sedikit aksen hitam. Jeje mengaku, desain livery ini sengaja dibuat sebagai kelanjutan dari identitas yang dia usung sebelumnya.
“Warnanya merah putih mewakili Indonesia, dan sedikit warna hitam. Memang mirip dengan livery pada saat pertama AXCR 2023, memang dengan sengaja saya ingin melanjutkan nafas merah putih, atau nafas Indonesia di livery pertana ini sekaligus menjadi statement indo kembali lagi di ajang Rally Dakar ini,”
pungkasnya.
Dengan persiapan yang matang dan kendaraan penuh sejarah, Julian Johar siap memberi perlawanan. Dia bertekad mengibarkan Merah Putih di tengah kerasnya gurun pasir Arab Saudi tahun 2026 nanti.
Artikel Terkait
Tips Anti-Stres: Persiapan Mudik Akhir Tahun ala Volkswagen
Insentif Dicabut, Industri Mobil Listrik Indonesia Terancam Tersendat
Innova Reborn Tak Mau Pensiun, Ini Rahasia Ketangguhannya di Pasar Indonesia
Jangan Buru-buru Ganti Aki, Ini Penyebab Lampu Motor Tiba-tiba Redup