FIFA Buka Peluang Komersialisasi Piala Dunia, UEFA Tolak Keras

- Kamis, 30 Juli 2026 | 15:15 WIB
FIFA Buka Peluang Komersialisasi Piala Dunia, UEFA Tolak Keras

Presiden FIFA Gianni Infantino mengklarifikasi wacana komersialisasi Piala Dunia melalui entitas baru bernama FIFA Forward Enterprise. Rencana ini melibatkan seluruh 211 asosiasi anggota sebagai pemegang saham serta dukungan investor swasta dari lembaga keuangan global. Namun, UEFA langsung menyatakan penolakan keras karena menilai langkah ini dapat mencederai nilai sportivitas dan memicu boikot.

Infantino menegaskan bahwa FIFA Forward Enterprise masih berupa proposal yang tengah dikonsultasikan secara demokratis. "Ini adalah sebuah proposal, peluang, dan bagian dari proses konsultasi demokratis dengan 211 Asosiasi Anggota FIFA dan Dewan FIFA," ujarnya, Kamis (30/7/2026).

Menurut Infantino, perusahaan baru itu akan menjadi anak perusahaan yang sepenuhnya dikendalikan FIFA. Fungsinya mengonsolidasikan seluruh operasi komersial dan penyelenggaraan semua kompetisi milik FIFA, termasuk sponsor, siaran, lisensi, dan usaha baru. "Tujuannya untuk kepentingan Asosiasi Anggota FIFA, membuka nilai komersial yang sebelumnya belum dimanfaatkan," jelasnya.

Evolusi Komersial dan Pendanaan Asosiasi Anggota

Pendapatan Piala Dunia terus meningkat signifikan dari edisi ke edisi. Pada Piala Dunia 2022, pendapatan mencapai USD 7,5 juta, sementara untuk edisi 2026 diproyeksikan USD 15 juta. Peningkatan ini diharapkan memperbesar alokasi dana pengembangan sepak bola di setiap negara anggota.

Infantino menyebut penguatan sisi komersial sebagai langkah wajar setelah satu dekade reformasi tata kelola dan pengembangan. "Melalui Program FIFA Forward, pendanaan akan meningkat dari USD 8 juta menjadi USD 20 juta per Asosiasi Anggota FIFA melalui Program FIFA Fast Forward yang baru," katanya.

Keputusan akhir mengenai proposal ini sepenuhnya diserahkan kepada kesepakatan seluruh asosiasi anggota. "Ini adalah peluang emas untuk mempercepat pengembangan sepak bola di seluruh dunia. Tetapi ini hanyalah sebuah tawaran, bukan kewajiban. Pilihan tersebut berada di tangan Asosiasi Anggota FIFA kami, dan kami di sini untuk mendiskusikannya dengan semua orang," pungkas Infantino.

Editor: Raditya Aulia

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags