Arthur Fery Tantang Zverev di Semifinal Wimbledon, Publik Prancis Gelisah

- Jumat, 10 Juli 2026 | 20:45 WIB
Arthur Fery Tantang Zverev di Semifinal Wimbledon, Publik Prancis Gelisah

Petenis wildcard Arthur Fery menantang unggulan kedua Alexander Zverev di semifinal tunggal putra Wimbledon 2026, Jumat (10/7). Laga di Centre Court ini menjadi puncak perjalanan luar biasa Fery yang menembus empat besar Grand Slam untuk pertama kalinya.

Peringkat 114 dunia itu mencatat sejarah sebagai wildcard kedua di era Open yang berhasil melaju sejauh ini. Sebelumnya, ia melewati laga sengit melawan Zizou Bergs dan Grigor Dimitrov.

Kesuksesan Fery tak hanya menyita perhatian Inggris, tetapi juga Prancis. Penulis tenis Prancis Louis Boulay mengatakan media L'Equipe memberi ruang besar untuk pemberitaan Fery pekan ini.

"Arthur Fery tidak membuat gelombang besar di Prancis, tetapi ia membuat riak kecil," ujar Boulay.

"Di L'Equipe, kami menulis beberapa artikel besar minggu ini khususnya untuk pemain asing. Ia menjadi sampul setelah perempat final dan kami membuat halaman ganda di dalamnya," tambahnya.

Ketertarikan publik Prancis tak lepas dari latar belakang Fery. Ayahnya adalah sosok terkenal di dunia olahraga Prancis, sehingga nama Fery sudah dikenal. Namun, Fery lahir di Prancis dan sempat membela negara itu saat berusia 10 tahun, ia kemudian tumbuh besar di London tanpa bantuan Federasi Tenis Prancis (FFT).

"Para penggemar Prancis jelas tertarik padanya," kata Boulay. "Tidak rumit bagi kami dalam pengertian itu karena ia melakukan segalanya di London, ia tidak pernah mendapat bantuan dari FFT."

Dalam dua pekan terakhir, Fery menegaskan dirinya merasa sepenuhnya menjadi bagian dari Britania Raya. Meski demikian, fakta bahwa petenis kelahiran Prancis menembus semifinal Grand Slam di bawah bendera negara lain menyisakan catatan tersendiri.

"Yang menyakitkan bagi kami adalah bahwa Arthur F kelahiran Prancis bermain di semifinal Grand Slam kami pikir itu akan menjadi Arthur Fils, yang mewakili kami," pungkas Boulay.

Di sisi lain, keputusan menempatkan pertandingan Fery di sesi siang menuai kritik dari legenda tenis John McEnroe. Menurutnya, jadwal itu membuat jutaan pekerja di Inggris berpotensi melewatkan siaran langsung.

"Fery main pertama karena TV AS inginnya selambat mungkin," ujar McEnroe.

McEnroe menduga penjadwalan ini dipengaruhi oleh agenda pertandingan sepak bola Piala Eropa agar tidak tumpang tindih siaran. "Piala Dunia... jam berapa Inggris main? Mereka berusaha, kalau Arthur main larut di pertandingan kedua, akan bertabrakan dengan pertandingan Inggris," selorohnya.

Mantan petenis nomor satu Inggris Tim Henman memberikan perspektif lain. Ia menyebutkan ada rekomendasi kuat dari BBC dan pihak televisi Amerika Serikat terkait penonton televisi di Inggris. Namun, McEnroe membantah: "Kenapa BBC menginginkan pertandingan awal? Karena ada sesuatu yang akan datang? Ada pertandingan lain... itu bahkan bukan Inggris."

Meskipun jadwal mendapat kritik, keputusan akhir mengenai urutan bermain sepenuhnya berada di tangan All England Lawn Tennis Club. "Mereka (Fery dan Zverev) bisa main kedua, mereka bisa main kedua," tegas McEnroe.

Pemenang dari laga Fery versus Zverev akan menghadapi pemenang semifinal lainnya antara Jannik Sinner dan Novak Djokovic.

Editor: Erwin Pratama

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags