Seorang pemain sepak bola profesional dihadapkan pada dilema antara karier gemilang di Piala Dunia dan momen paling sakral dalam kehidupan pribadinya. Jeremy Doku menjadi pusat perhatian setelah secara terbuka mempertimbangkan untuk meninggalkan turnamen terbesar dunia demi menyaksikan kelahiran anak pertamanya. Pernyataan itu, yang awalnya bersifat personal, justru memicu gelombang kontroversi setelah seorang presenter televisi melontarkan komentar yang dianggap merendahkan peran seorang ayah.
Dalam wawancaranya, Doku mengungkapkan pergulatan batin yang ia alami di tengah kompetisi bergengsi tersebut. Ia mengakui besarnya tanggung jawab sebagai pemain yang membela negaranya, namun di sisi lain, ikatan emosional sebagai calon ayah tidak bisa ia abaikan begitu saja. “Ini tergantung kapan terjadi, tapi ini anak pertama saya, jadi saya pasti ingin berada di sana,” ujarnya. Ia menambahkan bahwa jika ditanya mengenai keinginannya, tidak ada satu pun orang yang rela melewatkan kelahiran anak pertama. Meski demikian, ia juga sadar bahwa sepak bola melibatkan banyak pertimbangan lain yang harus dipikirkan secara matang.
Pernyataan Doku itu kemudian ditanggapi oleh France Pierron, presenter dari saluran L’Equipe, dengan nada yang kontroversial. Melalui media sosial, Pierron menulis bahwa ada ratusan pesepak bola yang ingin berada di posisi Doku, dan bahwa momen bermain di Piala Dunia mungkin tidak akan terulang seumur hidup. Ia bahkan menyebut keinginan Doku untuk meninggalkan turnamen demi kelahiran anak sebagai “momen yang menjijikkan” dan menegaskan bahwa di ruang persalinan, seorang ayah “benar-benar tidak berguna.”
Komentar tersebut langsung memicu reaksi keras dari warganet dan berbagai kalangan. Perdebatan pun meluas, tidak hanya menyangkut prioritas antara keluarga dan karier profesional, tetapi juga tentang bagaimana peran ayah dalam proses kelahiran anak sering kali dipandang sebelah mata. Kritik bertubi-tubi membuat Pierron akhirnya menyampaikan permintaan maaf resmi melalui platform X. Ia menegaskan bahwa komentarnya merupakan opini pribadi dalam sebuah diskusi publik dan tidak bermaksud meremehkan peran ayah. “Saya memahami komentar tersebut mungkin mengejutkan, menyakiti, atau melukai sebagian dari Anda, dan saya minta maaf atas hal itu,” tulisnya.
Sementara itu, di tengah hiruk-pikuk kontroversi tersebut, Piala Dunia kali ini juga mencatat momen yang jauh lebih hangat. Leo Ostigard, pemain tim nasional Norwegia, justru berhasil menyambut kelahiran anak pertamanya saat turnamen berlangsung. Pemain berusia 26 tahun itu tidak bisa hadir secara langsung, tetapi ia menyaksikan proses persalinan melalui sambungan video. Sang pasangan, Aurora Eidmann, melahirkan pada hari Jumat. Dalam video yang dirilis oleh Federasi Sepak Bola Norwegia, Ostigard mengungkapkan rasa lelah sekaligus kebahagiaan yang tak terhingga. Momen itu semakin istimewa karena rekan setimnya, seperti Erling Haaland, Jorgen Strand Larsen, dan Sander Berge, datang ke kamar hotelnya untuk memberi selamat. Ostigard mengaku bahwa kabar kelahiran anaknya justru membuatnya lebih tenang di tengah tekanan turnamen. “Sekarang semuanya hanya kebahagiaan, dan saya sangat senang anak saya sudah lahir,” katanya.
Artikel Terkait
Uruguay Terancam Gagal Lolos Usai Kembali Ditahan Imbang Tanjung Verde
Tanjung Verde Kejutkan Piala Dunia 2026, Tahan Imbang Uruguay dan Spanyol Secara Beruntun
Belgia Terjebak Imbang Lawan Iran, Rudi Garcia Sesali Ketajaman Lini Depan
Tanjung Verde Kembali Kejutkan Uruguay, Imbang 2-2 di Grup H Piala Dunia 2026