Persija Gagal Juara, Pelatih Soroti Inkonsistensi di Kandang

- Selasa, 26 Mei 2026 | 12:55 WIB
Persija Gagal Juara, Pelatih Soroti Inkonsistensi di Kandang

Mauricio Souza, pelatih kepala Persija Jakarta, mengungkap faktor utama yang membuat timnya gagal mengangkat trofi juara Super League 2025-2026. Meskipun mencatat performa impresif sepanjang musim, pelatih asal Brasil itu menilai inkonsistensi saat bermain di kandang sendiri menjadi penyebab kegagalan Macan Kemayoran.

Persija Jakarta mengakhiri kompetisi di posisi ketiga klasemen akhir dengan raihan 71 poin. Dari 34 pertandingan yang dijalani, tim ibu kota berhasil mengoleksi 22 kemenangan, lima hasil imbang, dan tujuh kekalahan. Catatan ini sekaligus menjadi rekor poin tertinggi yang pernah diraih Persija sejak era Liga 1 bergulir, menjadikan musim ini sebagai salah satu yang terbaik dalam satu dekade terakhir.

Namun, torehan tersebut belum cukup untuk membawa Persija ke puncak klasemen. Souza mengakui bahwa performa timnya saat bertandang sudah sangat memuaskan. Justru, hasil kurang maksimal di kandang yang menjadi batu sandungan terbesar.

“Mengenai musim ini, saya rasa kami seharusnya bisa tampil lebih baik saat bermain di kandang. Saya rasa itulah yang menentukan posisi akhir di kompetisi,” ujar Souza dalam pernyataan resminya.

Secara statistik, Persija Jakarta memang menunjukkan keseimbangan jumlah kemenangan kandang dan tandang, masing-masing 11 kemenangan. Akan tetapi, sejumlah laga di kandang justru berakhir dengan hasil imbang atau kekalahan. Tercatat, Macan Kemayoran meraih empat hasil imbang dan dua kali kalah saat bermain di hadapan pendukung sendiri.

Sebaliknya, performa tandang Persija jauh lebih stabil. Tim asuhan Souza sukses meraih 11 kemenangan dan hanya sekali bermain imbang saat tampil di markas lawan. Souza menilai ketidakseimbangan inilah yang membuat timnya kehilangan peluang besar dalam perebutan gelar.

“Kami meraih poin terbanyak di laga tandang. Namun, di kandang sendiri, kami kehilangan sekitar 11 poin. Belum lagi beberapa pertandingan di mana ada pemain kami yang terkena kartu merah, yang akhirnya merugikan kami,” tuturnya.

Kartu merah yang diterima pemain Persija dalam beberapa pertandingan penting turut memengaruhi konsistensi tim. Situasi tersebut membuat Macan Kemayoran gagal menjaga ritme permainan hingga akhir musim.

Di tengah kekecewaan itu, Souza tetap memberikan apresiasi kepada perjuangan para pemain. Ia menilai skuad Persija telah menunjukkan perkembangan signifikan dibandingkan musim-musim sebelumnya. Dengan modal 71 poin, Persija dinilai memiliki fondasi kuat untuk menatap musim depan.

Kini, tantangan terbesar yang harus dijawab Souza adalah memperbaiki kelemahan tim saat bermain di kandang. Jika berhasil, bukan tidak mungkin Macan Kemayoran akan kembali bersaing ketat dalam perebutan gelar juara pada kompetisi mendatang.

Editor: Novita Rachma

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar