Atletico Madrid vs Arsenal: Ujian Pertahanan Kokoh di Semifinal Liga Champions

- Rabu, 29 April 2026 | 10:00 WIB
Atletico Madrid vs Arsenal: Ujian Pertahanan Kokoh di Semifinal Liga Champions

MADRID Udara malam di Estadio Metropolitano bakal terasa panas, dan bukan cuma karena atmosfer suporter. Atletico Madrid menjamu Arsenal di leg pertama semifinal Liga Champions, dini hari nanti. Dua tim dengan pertahanan yang sama-sama kokoh. Jadi, jangan terlalu berharap banyak gol bersarang di papan skor.

Ini sebenarnya pertemuan keempat mereka di kompetisi Eropa. Kalau mundur ke semifinal Liga Europa 2017/18, Atletico yang lolos. Waktu itu agregat 2-1, setelah imbang 1-1 di London dan menang tipis 1-0 di kandang sendiri. Tapi, musim ini mereka sempat ketemu lagi. Di fase liga, tepatnya matchday ketiga, Arsenal bikin malu tuan rumah dengan skor telak 4-0 di Emirates. Hasil itu, menurut catatan, makin memperburuk rekor Atletico saat berhadapan dengan klub-klub Inggris.

Ngomong-ngomong soal rekor, Atletico cuma menang dua kali dari 12 laga terakhir melawan tim Premier League. Sisanya? Dua imbang, delapan kalah. Tapi, anehnya, begitu main di Madrid, ceritanya lain. Dari 18 pertandingan sebelumnya melawan tim Inggris di kandang, mereka cuma kalah dua. Sembilan menang, tujuh seri. Ada semacam aura beda kalau mereka main di depan publik sendiri.

Lebih menarik lagi, Atletico punya tradisi bagus di babak semifinal. Mereka memenangkan 11 dari 15 pertandingan dua leg UEFA melawan tim Inggris. Termasuk tiga semifinal: lawan Liverpool di Liga Europa 2009/10, Chelsea di Liga Champions 2013/14, dan Arsenal di Liga Europa 2017/18. Jadi, bukan tanpa alasan kalau mereka pede.

Apalagi musim ini, lini depan mereka gila-gilaan. Total sudah 34 gol di Liga Champions itu rekor terbaik mereka sepanjang sejarah kompetisi. Diego Simeone, pelatih yang terkenal kalem tapi penuh gairah, bilang begini:

“Atlético telah berjuang untuk mencapai semifinal dan final Liga Champions. Ini kesempatan yang kami miliki bersama para penggemar yang sudah mendukung kami sampai di sini.”

Tapi, dia juga sadar ini tidak akan mudah. “Kita menghadapi lawan yang sangat bagus, lawan yang sudah pernah kita hadapi. Pertandingan akan sangat sulit, seperti semifinal Liga Champions lainnya,” tegasnya.

Dari kubu pemain, Julian Alvarez bomber andalan ngirim pesan optimis. “Kami ingin membuat sejarah sendiri. Kami ingin bermain di final itu, tujuannya jelas,” ujarnya. Alvarez juga nggak lupa ingetin soal status tuan rumah. “Kami memainkan pertandingan pertama dengan dukungan penggemar kami, dan kami berharap dapat memanfaatkannya.”

Di sisi lain, Arsenal juga datang dengan ambisi besar. Mereka masih mengejar gelar Liga Champions pertama, sama seperti Atletico. Mikel Arteta, pelatih kepala Arsenal, menyebut ini momentum bersejarah. “Ini momen yang sangat besar. Pertama kalinya dalam sejarah kami lolos semifinal berturut-turut. Anda harus mendapatkannya,” katanya di situs UEFA.

Arsenal punya catatan mentereng: satu-satunya tim yang belum terkalahkan di Liga Champions musim ini. Plus, mereka menang tujuh laga terakhir melawan tim Spanyol dan cuma kalah sekali dari 11 pertandingan tandang terakhir. Wajar kalau mereka percaya diri. Tapi Arteta minta timnya lebih berani. “Para pemain harus mengambil keputusan dan percaya bahwa itu yang terbaik,” ujarnya.

Declan Rice, gelandang Arsenal, nambahin kalau pertemuan di fase liga jadi modal bagus. “Itu pertandingan yang sangat bagus, kami tahu apa yang harus diharapkan,” tegasnya.

Soal pemain, tuan rumah dipastikan tanpa Pablo Barrios dan Jose Gimenez karena cedera. Tapi pilar utama lain kayak Alvarez, Antoine Griezmann, Alexander Sørloth, dan Ademola Lookman semuanya siap tempur. Sementara Arsenal, Mikel Merino dan Jurrien Timber masih dalam proses pemulihan. Pertandingan ini mungkin terlalu cepat buat Riccardo Calafiori.

Prakiraan pemain:

Atletico Madrid (4-4-2): Oblak; Molina, Pubill, Le Normand, Ruggeri; Simeone, Llorente, Koke, Álex Baena; Griezmann, Alvarez

Arsenal (4-3-3): Raya; White, Gabriel, Saliba, Hincapié; Rice, Odegaard, Zubimendi; Saka, Gyökeres, Martinelli

Editor: Raditya Aulia

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar