MAKASSAR Drama di dasar klasemen BRI Super League 2025/2026 makin seru. Setiap pekan, papan bawah berubah. Mental tim-tim yang berjuang menghindari jurang degradasi terus diuji. Satu hasil saja, bisa mengacak-acak semua prediksi.
Ambil contoh laga pekan ke-28. Semen Padang, yang butuh poin, justru tumbang di kandang sendiri. Lawannya, Persijap Jepara. Di Stadion Haji Agus Salim, pelatih Imran Nahumarury ingin anak asuhnya tampil menyerang. Ambisi itu jelas. Tapi sepak bola tak selalu mengikuti skenario.
Nyatanya, Semen Padang kesulitan. Mereka malah tertekan. Pertahanan Persijap rapat, sulit ditembus. Serangan tuan rumah mentah di lini tengah. Selama setengah jam pertama, justru tamulah yang lebih banyak mengancam.
Kebuntuan pecah di menit ke-37. Rendi Saepul sukses memanfaatkan umpan matang Carlos Franca. Gol! Kepercayaan diri Semen Padang langsung goyah. Situasi makin buruk jelang turun minum. Wasit memberi penalti untuk Persijap. Carlos Henrique Franca yang maju, eksekusinya sempurna. 2-0 untuk tamu.
Babak kedua, Semen Padang coba bangkit. Intensitas serangan ditingkatkan, terutama lewat sayap. Beberapa peluang tercipta. Tapi nihil. Pertahanan Persijap tetap kokoh bagai benteng. Lima belas menit terakhir, pertandingan terbuka. Kedua tim saling serang. Tapi skor 2-0 bertahan hingga peluit panjang.
Kemenangan ini penting buat Persijap. Mereka naik ke peringkat 13 dengan 28 poin, sedikit menjauh dari zona merah. Sebaliknya, Semen Padang makin terpuruk. Hasil ini tentu saja menggoyang tim-tim lain di papan bawah. Tekanan kini beralih ke bahu Persis Solo, Madura United, dan tentu saja, PSM Makassar.
Ngomong-ngomong soal Persis Solo, mereka baru saja patah arang. Kekalahan 0-2 dari Arema FC menghentikan tren positif delapan laga tanpa kekalahan. Momentum kebangkitan yang sudah dibangun, terasa tersendat mendadak.
Akibatnya, Persis melorot lagi ke zona degradasi. Peringkat 16 dengan 24 poin. Posisinya sangat rawan. Cuma selisih satu poin dari Persijap di batas aman, dan dua poin dari Madura United di atasnya. Semua bisa berubah dalam satu malam.
Tapi pelatih mereka, Milomir Seslija, tak kehilangan harapan. Di matanya, peluang bertahan masih terbuka lebar. Apalagi melihat perkembangan tim belakangan ini.
“Ketika saya pertama kali datang, menyelamatkan Persis Solo untuk lolos dari degradasi seperti sebuah mission impossible. Namun, kini kami telah bersama-sama membuatnya menjadi sebuah misi yang possible,” ujarnya.
Dia menyoroti perubahan drastis sejak putaran pertama. Dulu, Persis cuma ngumpulin 10 poin dan nangkring di dasar. Sekarang? Jarak mereka ke zona aman tipis sekali.
“Pada putaran pertama, kami hanya bisa mendapatkan 10 poin saja dan berada di dasar klasemen. Kini, kami hanya berjarak satu hingga dua poin saja dari zona aman klasemen,” lanjut pelatih asal Bosnia-Herzegovina itu.
Jalan mereka tentu tak mudah. Masih ada lawan-lawan berat menanti, termasuk Persija Jakarta. Laga-laga inilah yang akan menentukan nasib akhir mereka.
Di tengah situasi mencekam ini, peluang terbesar sepertinya ada di tangan PSM Makassar dan Madura United. Posisi mereka sedikit lebih nyaman. Tapi jangan salah, tekanan tetap ada.
PSM, meski lagi ada masalah cedera dan permainan yang naik-turun, punya modal pengalaman dan mental juara. Kalau bisa memenangi laga-laga krusial terutama melawan tim selevel peluang selamat masih besar.
Sementara Madura United lagi naik daun. Kemenangan atas Persebaya Surabaya baru-baru ini bukan cuma menambah poin, tapi juga menyuntikkan kepercayaan diri yang besar. Tren mereka positif.
Intinya, klasemen yang rapat ini membuat setiap laga ke depan jadi final mini. Tak ada ruang untuk gagal fokus. Tim yang bisa konsisten, tenang dalam tekanan, dan tajam memanfaatkan peluang, dialah yang akan bertahan.
Sebaliknya, yang mentalnya ciut atau kehilangan konsentrasi di detik-detik penentu, harus siap-siap turun kasta. Di fase seperti ini, yang diuji bukan cuma teknik. Tapi karakter. Daya juang. Dan seberapa besar hati untuk bertahan.
Artikel Terkait
Moh Zaki Ubaidillah Siap Sambut Debut Tak Terduga di Piala Thomas 2026
Arsenal Dikabarkan Incar Lucas Bergvall, Bintang Muda Tottenham di Tengah Ancaman Degradasi
Newcastle United Incar David De Gea untuk Perkuat Gawang
Persebaya di Bawah Tekanan, Nasib Bernardo Tavares Dipertaruhkan