LONDON Isu tentang masa depannya ramai beredar, tapi Cole Palmer punya cara sendiri menanggapinya: cuma tertawa. Gelandang Chelsea itu dengan tegas membantah rumor yang mengaitkannya dengan kepindahan ke Manchester United, menegaskan komitmennya untuk tetap di Stamford Bridge.
Latar belakangnya sebagai anak Manchester memang jadi bahan perbincangan. Tumbuh besar di sana, wajar jika namanya dikaitkan dengan klub setempat. Tapi Palmer langsung buang jauh-jauh spekulasi itu.
“Semua orang hanya berbicara,” ujarnya, dikutip dari Goal.
“Saat saya melihatnya, saya hanya tertawa. Jelas Manchester adalah rumah saya. Semua keluarga saya ada di sana, tetapi saya tidak merindukannya.”
Perasaannya tak berubah meski lama tak pulang. Fokusnya satu: Chelsea. “Mungkin saya akan merindukannya jika tidak pulang selama tiga bulan atau lebih. Tetapi saat saya kembali, saya merasa tidak ada apa pun di sana untuk saya,” jelasnya.
Dan rencananya jelas. “Saya tidak punya rencana untuk pindah dari Chelsea. Kami masih punya banyak hal untuk diperjuangkan.”
Pernyataan itu sekaligus menutup pintu bagi segala rumor. Dia ingin fokus membangun sesuatu bersama The Blues.
Fokus Bangun Chelsea dan Bangkit dari Cedera
Di balik layar, Palmer mengaku punya komunikasi yang intens dengan kapten tim, Reece James. Percakapan mereka sering kali menyentuh hal-hal mendasar tentang arah klub.
“Saya dan Reece sering berbicara. Tentang apa yang kami butuhkan, pemain yang perlu direkrut, dan bagaimana tim seharusnya berkembang,” kata Palmer.
Baginya, keputusan James menandatangani kontrak panjang adalah sinyal penting. “Dia tidak akan menandatangani kontrak baru jika tidak tahu apa yang sedang terjadi. Reece tidak akan menandatangani kontrak enam tahun jika dia tidak berbicara dengan pemilik dan direktur.”
Ada keyakinan yang dibangun bersama. “Ini sesuatu yang kami kerjakan bersama. Kami berada di jalur yang sama. Kami ingin menang sekarang dan saya pikir jika kami merekrut pemain yang tepat di musim panas, kami bisa bersaing untuk trofi besar musim depan.”
Kontraknya yang masih panjang hingga 2033 memperkuat posisinya sebagai bagian dari proyek jangka panjang. Statistiknya musim ini pun tak buruk: 10 gol dan 3 assist dari 27 penampilan. Padahal, musimnya sempat terhambat cedera serius.
“Saya menemui seorang spesialis dan dia mengatakan 10 hingga 12 minggu,” kenangnya soal masa pemulihan. “Saya belum pernah mengalami cedera seperti ini sebelumnya.”
Hasratnya untuk kembali ke lapangan begitu besar, bahkan saat belum sepenuhnya fit. “Saya kembali bermain awal Desember saat melawan Leeds, saya masuk selama 30 menit dan bahkan tidak bisa berlari cepat, bahkan tidak bisa menendang. Tetapi saya sangat ingin bermain.”
Kini, dengan kondisi yang jauh lebih baik, targetnya jelas: membantu Chelsea yang masih bertengger di posisi enam untuk merebut tiket Liga Champions. Perjalanan masih panjang, tapi Palmer tampak tak mau terganggu oleh hal lain.
Artikel Terkait
Gabriel Silva Cetak Brace, Arema FC Kalahkan Persis Solo 2-0 di Kanjuruhan
Persija Incar Konsistensi Usai Pesta Gol, Hadapi PSBS dengan Skuat Tak Lengkap
Veda Ega Pratama Bidik Podium Moto3 Spanyol 2026 Usai Gagal Finis di AS
Hendra Setiawan Beralih Peran, Jadi Pelatih di Piala Thomas 2026