Quartararo Kasihan Lihat Razgatlioglu: "Wajahnya Terlihat Kecewa"
BURIRAM – Fabio Quartararo mengaku merasa kasihan. Perasaannya itu muncul usai melihat kondisi rekan setim barunya, Toprak Razgatlioglu, di Sirkuit Internasional Chang, Thailand. Tes pramusim MotoGP 2026 yang baru saja berakhir ternyata meninggalkan kesan mendalam bagi pembalap Yamaha itu. Bagaimana tidak? Ia melihat langsung perjuangan berat yang dihadapi sang juara dunia Superbike.
Bagi Razgatlioglu, pindah ke MotoGP adalah lompatan besar. Dunia baru. Setelah bertahun-tahun jadi penguasa di World Superbike, El Turco kini harus mulai dari nol lagi. Dan adaptasinya, sejauh ini, tak bisa dibilang mulus.
Di Buriram, hasilnya cukup menohok. Razgatlioglu hanya mampu duduk di posisi 20 klasemen akhir tes. Catatan waktunya, 1 menit 30,772 detik, tertinggal jauh 2,104 detik dari pemuncak sesi, Marco Bezzecchi. Jarak yang terasa seperti jurang.
Quartararo punya firasat. Ia sengaja mencari dan mengamati Razgatlioglu. "Saya tahu ini pasti berat dari sisi mental," ujarnya. "Di Superbike, dia selalu ada di tiga besar, dan di sini, wajahnya terlihat kecewa."
Perbedaan antara kedua ajang balap itu memang ekstrem. Di satu sisi, Superbike menggunakan motor produksi massal dengan ban Pirelli. Sementara MotoGP adalah jagad prototipe murni, mesin yang dibangun khusus tim, dan ban Michelin yang karakternya sama sekali berbeda. Bukan cuma soal naik motor dan gas pol.
Namun begitu, Quartararo menilai hasil itu wajar saja. Menurutnya, Razgatlioglu datang di waktu yang kurang bersahabat. "Dia datang di masa paling sulit buat Yamaha," papar pembalap asal Prancis itu. "Dan di saat bersamaan, dia harus menghadapi perbedaan pemasok ban. Saya bilang padanya, normal untuk menghadapi kesulitan-kesulitan di saat debut."
El Diablo, panggilan Quartararo, tetap yakin. "Dia hanya butuh waktu untuk jadi lebih cepat dan merasa nyaman. Dia anak baik. Saya mendoakan yang terbaik buatnya," tandasnya.
Simpati Quartararo mungkin juga berangkat dari pengalaman pahitnya sendiri. Di tes yang sama, ia pernah terlihat frustrasi. Bahkan, sebuah momen menangkapnya mengacungkan jari tengah ekspresi kemarahan terhadap performa Yamaha yang masih belum menemukan titik terang.
Jadi, kasihan? Iya. Tapi di garasi Yamaha, rasa itu sepertinya bukan milik Quartararo seorang. Mereka semua sedang berjuang. Dan untuk Razgatlioglu, perjalanan panjangnya di MotoGP baru saja dimulai dengan sebuah awal yang berat.
Artikel Terkait
Turnamen Padel Senior Makassar Siap Digelar, 24 Pasang Pemain Berebut Tiket Final
Persija Akhiri Kontrak Pelatih Mauricio Souza Usai Gagal Bawa Tim Juara Super League 2025/2026
Jarrod Bowen Bertekad Bawa West Ham Kembali ke Liga Primer Usai Degradasi
Alwi Farhan Kalahkan Toma Junior Popov, Tantang Shi Yuqi di 16 Besar Singapore Open 2026