Insiden Diving Bastoni di Derby dItalia Picu Wacana Perubahan Aturan VAR

- Minggu, 15 Februari 2026 | 21:00 WIB
Insiden Diving Bastoni di Derby dItalia Picu Wacana Perubahan Aturan VAR

MURIANETWORK.COM - Kontroversi menyelimuti laga Derby d'Italia antara Inter Milan dan Juventus, Minggu (4/2/2024), menyusul kartu merah yang diterima Pierre Kalulu. Bek Juventus itu diusir wasit setelah dituduh menjatuhkan Alessandro Bastoni, meski tayangan ulang menunjukkan bek Inter tersebut melakukan diving. Insiden ini memicu gelombang kritik terhadap Bastoni, bahkan menyeret nama timnas Italia, serta mendorong wacana perubahan aturan VAR jelang Piala Dunia 2026.

Insiden yang Memicu Amarah

Suasana panas di Stadion San Siro memuncak menjelang turun minum. Pada menit ke-42, Pierre Kalulu yang sudah mengantongi kartu kuning, melakukan tekel terhadap Alessandro Bastoni. Bek Inter itu kemudian terjatuh dengan dramatis. Wasit pun tanpa ragu mengeluarkan kartu kuning kedua untuk Kalulu, yang berarti kartu merah. Keputusan ini langsung menuai protes, karena replay dengan jelas menunjukkan Bastoni lebih memilih untuk menjatuhkan diri daripada benar-benar dirubuhkan.

Sayangnya, menurut aturan yang berlaku, VAR tidak memiliki kewenangan untuk mengintervensi atau membatalkan kartu kuning kedua, kecuali itu adalah kesalahan identifikasi pemain. Akibatnya, keputusan wasit di lapangan tetap berdiri. Juventus harus bermain dengan sepuluh pemain sejak babak pertama, dan kekalahan 2-3 mereka diwarnai rasa ketidakadilan. Tak heran, sejumlah media Italia menyebut laga besar itu "ternoda" oleh kesalahan ofisial.

Gelombang Kritik untuk Alessandro Bastoni

Bukan hanya keputusan wasit yang menjadi sorotan, melainkan juga peran Bastoni dalam insiden tersebut. Aksi diving-nya dinilai banyak kalangan sebagai tindakan yang tidak sportif. Kritik datang dari berbagai penjuru, mulai dari legenda sepak bola hingga pengamat dan pendukung.

Alessandro Del Piero, yang menjadi komentator dalam laga tersebut, secara terbuka menyayangkan tindakan Bastoni. Sementara Gianluca Rocchi, kepala wasit Serie A, juga dikabarkan mengecam perilaku bek berusia 24 tahun itu.

Lebih jauh, kritik berkembang menjadi pertanyaan tentang kelayakannya membela timnas Italia. Beberapa suara menilai sikap seperti itu tidak mencerminkan nilai-nilai yang seharusnya dipegang oleh seorang pemain Azzurri.

Luca Calamai dari TMW mempertanyakan, "Apakah pemain seperti itu pantas mewakili Italia di panggung global?" Ia mendesak pelatih Gennaro Gattuso dan ketua federasi Gabriele Gravina untuk mempertimbangkan mencoret Bastoni dari skuad.

Pendapat serupa dilontarkan pengamat sepak bola Milan, Alessandro Jacobone, melalui media sosial. "Gattuso benar-benar perlu mempertimbangkan untuk tidak membawanya," tulisnya. "Sikap anti-sportivitas yang ditunjukkan oleh Bastoni tidak sesuai dengan nilai-nilai Azzurri."

Seorang pendukung lain bahkan menyatakan, "Kita sedang menonton Olimpiade, yang membawa kebanggaan bagi bangsa. Karakter dan sikap seperti ini merusak semua kebaikan yang kita lakukan di tempat lain. Saya dengan senang hati akan menyerah pada Piala Dunia, saya tidak ingin pergi ke sana dengan perasaan malu."

Dampak Jangka Panjang: Mendorong Perubahan Aturan VAR

Di balik hiruk-pikuk kontroversi, insiden di San Siro berpotensi membawa dampak sistemik bagi sepak bola dunia. Laporan dari media terkemuka Italia, La Gazzetta dello Sport, mengungkapkan bahwa insiden ini telah mempercepat wacana perubahan aturan VAR.

Badan yang bertanggung jawab atas peraturan permainan, International Football Association Board (IFAB), dikabarkan akan membahas kemungkinan memperluas kewenangan VAR. Topik yang diangkat adalah apakah VAR seharusnya boleh campur tangan dalam insiden yang berujung pada kartu kuning kedua, seperti yang menimpa Kalulu.

Isu ini sebenarnya sudah sempat dibahas dalam pertemuan IFAB pada 20 Januari lalu, dan akan dibawa kembali ke meja sidang tahunan di Cardiff, Wales, pada 28 Februari mendatang. Sinyal dari dalam ruangan rapat menunjukkan dukungan yang kuat untuk perubahan aturan ini.

Jika disetujui, perubahan historis itu berpeluang besar diterapkan tepat sebelum penyelenggaraan Piala Dunia FIFA 2026 di Amerika Utara. Dengan demikian, kontroversi pahit dalam derby yang sengit itu mungkin akan menjadi titik balik yang mencegah terulangnya kesalahan serupa di masa depan.

Editor: Novita Rachma

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar