PAREPARE – Aura angker Stadion Gelora BJ Habibie (GBH) di Parepare sepertinya mulai memudar. Kandang PSM Makassar ini tak lagi menjadi benteng yang sulit ditembus. Sepanjang Super League 2025/2026, Juku Eja sudah main 10 laga di rumah. Hasilnya? Cuma dua kemenangan. Lima kali berakhir imbang, dan dua kekalahan.
Maka, wajar kalau Dewa United datang dengan kepercayaan diri tinggi, membidik tiga poin penuh. Mereka ingin meniru kesuksesan Arema FC, Malut United, dan Bali United yang sebelumnya sukses menaklukkan PSM di sini.
Kalau dilihat, musim ini PSM lebih sering berbagi angka di depan pendukungnya. Persijap Jepara, Madura United, Persebaya Surabaya, PSIM Yogyakarta, dan Semen Padang adalah tim-tim yang pulang membawa satu poin dari GBH. Sungguh ironis.
Di sisi lain, kemenangan kandang Pasukan Ramang bisa dihitung jari. Hanya dua: menang telak 5-0 atas PSBS Biak dan mengandaskan Persija Jakarta 2-0. Performa yang jelas-jelas kurang meyakinkan.
Ujian Berat Dewa United di Parepare
Sabtu (14/2) sore nanti, GBH akan jadi saksi lanjutan laga pekan ke-21 BRI Super League 2025/26. Dewa United Banten FC menghadapi tuan rumah PSM. Bagi Banten Warriors, ini ujian penting di tengah jadwal tandang yang padat.
Menjelang laga, pelatih kepala Dewa United, Jan Olde Riekerink, buka suara. Ia berbicara dalam sesi Pre-Match Press Conference di Ruang Konferensi Pers Stadion GBH, Jumat (13/2) sore.
Riekerink langsung menyoroti jadwal berat yang dihadapi anak asuhnya.
“Ini pertandingan tandang ketiga kami dalam waktu yang singkat, cuma tiga pekan. Dari dua laga sebelumnya, kami dapat satu imbang dan satu kalah,” ujarnya.
Pelatih asal Belanda itu lalu mengupas lebih detail soal laga tandang pertama. Ia tetap melihat sisi positif.
“Di Surabaya, tim sebenarnya tampil cukup bagus. Meski harus main dengan sepuluh pemain,” tuturnya.
“Sementara di laga terakhir, pertandingan sempat tertunda satu jam karena hujan. Babak kedua kami hampir tidak bisa main sesuai rencana.”
Meski penuh tantangan, pelatih 62 tahun itu menatap laga di Parepare dengan optimis. Targetnya tetap tiga poin.
Ia akui tidak semua pemain bisa turun, tapi kepercayaannya pada skuad yang ada tak goyah.
“Sekarang kami hadapi laga tandang ketiga. Beberapa pemain seperti Messidoro, Jaja, Nick, Noah, dan Rafael tidak ikut, tetap di Jakarta. Tapi saya yakin tim yang tampil punya kemampuan dan kualitas untuk menang,” pungkas Riekerink.
Artikel Terkait
Atlet Tinju Makassar Andini dan Pelatih Dufri Dipanggil ke Timnas untuk Asian U-23 2026
Derby dItalia: Chivu Hadapi Sang Guru Spalletti, Thuram Bersaudara Bentrok di Giuseppe Meazza
Maarten Paes Jalani Latihan Perdana, Peluang Debut di Laga Kontra Fortuna Sittard
Arsenal Hadapi Ujian Mental Lawan Wigan di Piala FA