MURIANETWORK.COM - Tottenham Hotspur telah menemukan sosok untuk mengisi kursi kepelatihan yang ditinggalkan Thomas Frank. Igor Tudor, pelatih asal Kroasia, dikabarkan telah mencapai kesepakatan lisan dengan manajemen klub London Utara tersebut. Ia diproyeksikan akan segera mengambil alih kendali tim yang sedang terpuruk di papan tengah klasemen Premier League.
Perpindahan Cepat Setelah Pemecatan
Langkah pemecatan terhadap Thomas Frank diambil dengan cepat oleh Tottenham, tak sampai sehari setelah timnya tumbang 1-2 dari Newcastle United di kandang sendiri pada Selasa malam. Kekalahan itu semakin memperburuk situasi Spurs di kompetisi, mendorong klub untuk segera bertindak mencari pengganti.
Dalam proses pencarian yang berlangsung singkat, beberapa nama sempat beredar. Marco Rose dan Edin Terzic disebut-sebut masuk dalam pertimbangan, sementara sentimen terhadap mantan pelatih Mauricio Pochettino juga sempat mengemuka. Namun, pilihan akhir jatuh pada Igor Tudor, yang dinilai cocok dengan kebutuhan tim saat ini.
Proses Negosiasi dan Target Kedatangan
Pembicaraan resmi antara Tottenham dengan Igor Tudor dan agennya, Anthony Seric, digelar pada Jumat pagi. Negosiasi berjalan mulus dan menghasilkan tawaran kontrak hingga akhir musim ini, yang diterima oleh pelatih berusia 47 tahun tersebut.
Kesepakatan lisan pun telah terjalin. Target yang dicanangkan sangat jelas: Tudor diharapkan sudah bisa berada di sisi lapangan dan memimpin tim sebelum pertandingan panas melawan rival sekota, Arsenal, pada 22 Februari mendatang. Laga yang sarat tensi itu akan menjadi ujian berat sekaligus kesempatan emas bagi sang manajer baru untuk langsung membuat pernyataan.
Rekam Jejak dan Tantangan di Depan Mata
Igor Tudor datang dengan segudang pengalaman, meski perjalanan terakhirnya bersama Juventus harus berakhir pada Oktober lalu setelah menjalani delapan laga tanpa kemenangan. Sebelumnya, sebagai mantan pemain yang membela Juventus dalam 174 pertandingan, ia memiliki ikatan dan pemahaman mendalam tentang tekanan di klub besar.
Portofolio kepelatihannya terbilang luas, dengan pengalaman menangani berbagai klub di sejumlah liga Eropa, seperti Hajduk Split, Galatasaray, Udinese, Hellas Verona, dan Marseille. Bahkan, ia sempat memegang kendali Lazio untuk periode singkat sebanyak 11 pertandingan.
Tantangan yang menantinya di Tottenham tidaklah ringan. Saat ini, Spurs tercecer di posisi ke-16 klasemen, hanya beredar lima poin dari zona merah degradasi. Situasi ini menuntut perubahan segera dan hasil yang konkret. Penunjukan Tudor merupakan langkah berisiko tinggi, namun juga berpotensi memberikan dampak transformatif yang dibutuhkan untuk menyelamatkan sisa musim.
Segala perhatian kini tertuju pada bagaimana sosok yang dikenal dengan pendekatan taktis disiplin itu akan membentuk kembali tim dan mempersiapkan mereka menghadapi duel krusial melawan The Gunners. Momen itu akan menjadi penanda awal era baru sekaligus pengukur realitas tantangan yang ada.
Artikel Terkait
PSM dan Unhas Jalin Kerja Sama, Yuran Fernandes Jadi Magnet Acara
Persebaya Hadapi Bhayangkara dalam Duel Bernardo Tavares vs Paul Munster
Persela Datang Lebih Awal ke Semarang, Siap Hadapi PSIS di Jatidiri
PSM Andalkan Duet Tanque-Boboev untuk Hadapi Damion Lowe di Laga Krusial