Namun begitu, di sisi lain, pelatih kita sendiri justru bersikap sangat rendah hati. Hector Souto, sang arsitek asal Spanyol, enggan disebut sebagai ‘pembuat sejarah’.
“Saya tidak membuat sejarah, tim sayalah yang membuat sejarah. Saya mulai lelah dengan sebutan history maker ini,” tegas Souto di depan awak media.
Bagi dia, ini kerja bareng. Bukan cuma pemain di lapangan, tapi juga pemain cadangan, staf, dan tentu saja, seluruh suporter di rumah. “Fans harus mengerti bahwa menang-kalah harus bersama. Tentu kami akan mencoba yang terbaik,” imbuhnya.
Memang, tantangannya sangat berat. Iran bukan lawan sembarangan. Mereka juara bertahan dan sudah mengoleksi 13 gelar. Seperti cerita Daud melawan Goliath.
Tapi, ya itu tadi. Dengan semangat ‘Indonesia Arena’ dan tekad baja, pasukan Garuda punya satu misi: memutus dominasi Iran dan membawa pulang trofi untuk pertama kalinya. Semua mata akan tertuju ke Jakarta malam ini.
Buat yang mau nonton, catat baik-baik jadwalnya: Sabtu, 7 Februari 2026, kick-off pukul 19.00 WIB di Indonesia Arena. Tayangan langsung bisa disaksikan di MNCTV, RCTI , dan Vision .
Artikel Terkait
Veda Ega Pratama Ukir Sejarah, Pembalap Indonesia Pertama Podium di MotoGP
Timnas Indonesia Hadapi Saint Kitts dan Nevis dengan Selisih Nilai Pasar Pemain 50 Kali Lipat
Eredivisie Tegaskan Tak Akan Ulangi Pertandingan Meski Status Pemain Dipertanyakan
Kiandra Ramadhipa Siap Berlaga di FIM Moto3 Junior World Championship 2026