MURIANETWORK.COM - Cristiano Ronaldo absen dalam dua pertandingan beruntun Al Nassr di Liga Pro Saudi, memicu spekulasi luas. Ketidakhadiran megabintang Portugal itu bukan karena cedera, melainkan diduga sebagai bentuk protes terhadap kebijakan transfer klub yang dikelola Dana Investasi Publik (PIF). Otoritas liga pun telah memberikan peringatan keras, menegaskan prinsip kemandirian setiap klub.
Ronaldo tidak masuk dalam skuad saat Al Nassr mengalahkan Al Ittihad 2-0, Sabtu (7/2/2026). Sebelumnya, ia juga melewatkan kemenangan 1-0 atas Al Riyadh pada Senin (2/2). Meski tim tetap meraih poin penuh berkat performa pemain seperti Sadio Mane, ketiadaan sang kapten dan pemimpin serangan itu jelas terasa di lapangan.
Pemicu Ketidakpuasan Ronaldo
Laporan dari berbagai media olahraga internasional mengaitkan aksi mogok ini dengan kekecewaan Ronaldo terhadap dukungan finansial PIF bagi Al Nassr di bursa transfer Januari. Situasi ini kian memanas menyusul keberhasilan rival sekota, Al Hilal, dalam merekrut Karim Benzema. Ronaldo dikabarkan merasa bahwa kompetisi untuk memperkuat skuad tidak berjalan setara, sehingga berpotensi mempengaruhi daya saing timnya di pentas domestik.
Sebagai seorang kompetitor sejati yang telah membuktikan kelasnya di berbagai liga top Eropa, Ronaldo tentu mendambakan lingkungan yang mendukung ambisinya untuk terus menang, bahkan di fase akhir kariernya. Namun, dinamika di balik layar ini justru memunculkan ketegangan dengan otoritas yang mengatur liga.
Resmi: Peringatan Keras dari Otoritas Liga
Merespons gejolak tersebut, pihak Liga Pro Saudi mengambil sikap tegas. Pada Kamis (5/2), sebuah pernyataan resmi dirilis yang secara halus namun jelas mengarah pada kasus Ronaldo. Pernyataan itu menegaskan fondasi kompetisi yang dibangun atas prinsip kesetaraan dan kemandirian setiap klub.
"Liga Pro Saudi disusun berdasarkan prinsip sederhana: Setiap klub beroperasi secara independen di bawah aturan yang sama. Klub juga memiliki dewan direksi sendiri, eksekutif sendiri, dan kepemimpinan sepak bola sendiri," bunyi pernyataan resmi tersebut.
Liga menekankan bahwa strategi perekrutan sepenuhnya menjadi otoritas klub, dalam koridor aturan finansial yang berlaku. Pernyataan itu juga menyiratkan bahwa tidak ada ruang bagi intervensi individu, sebesar apapun nama pemain tersebut.
"Ia (Ronaldo) ingin menang seperti pesaing elite lain. Namun, tak ada individu yang menentukan keputusan di luar klub mereka sendiri. Aktivitas transfer terbaru tunjukkan kemandirian itu," tambah pernyataan tersebut, seperti dikutip dari rilis resmi.
Pertarungan Prinsip di Balik Layar
Insiden ini menyoroti pertarungan dua kepentingan yang sama-sama ingin membangun citra Liga Pro Saudi. Di satu sisi, ada figur bintang berkaliber global seperti Ronaldo yang menuntut jaminan daya saing tertinggi bagi klubnya. Di sisi lain, otoritas liga berusaha menjaga kredibilitas sistem dengan menegaskan bahwa tidak ada pemain, sebesar apapun, yang boleh merasa berada di atas aturan dan struktur yang telah dibangun.
Pernyataan liga ditutup dengan penekanan bahwa fokus utama harus tetap pada kompetisi di lapangan. Mereka menyebut bahwa daya saing liga saat ini sedang dalam kondisi sangat ketat, yang seharusnya menjadi perhatian semua pihak.
"Fokus tetap di lapangan, menjaga kompetisi kredibel dan kompetitif untuk pemain serta penggemar," pungkas peringatan tersebut.
Ke depan, bagaimana Ronaldo dan manajemen Al Nassr merespons peringatan ini akan menjadi perhatian. Apakah sang pemain akan kembali tampil dengan fokus penuh, atau ketegangan ini akan berlanjut, masih perlu ditunggu perkembangan selanjutnya.
Artikel Terkait
Mbappe Kirim Juru Sita ke PSG untuk Tagih Sisa Utang Rp117 Miliar
Ronaldo Beri Ultimatum ke Al-Nassr, Liga Pro Saudi Tegaskan Prinsip Kemandirian Klub
Persib Kokohkan Puncak Klasemen Usai Tundukkan Malut United 2-0 di GBLA
Persib Kokohkan Puncak Klasemen Usai Taklukkan Malut United di GBLA