SURABAYA – Persiapan Persebaya Surabaya jelang laga tandang ke markas Bali United pada pekan ke-20 Super League 2025/2026 terasa berat. Opsi pemain yang terbatas benar-benar jadi momok menakutkan bagi skuad Green Force.
Kecemasan itu jelas terlihat dari raut pelatih Bernardo Tavares. Dia paham betul, lawan yang akan dihadapi nanti punya karakter permainan fisik yang agresif banget. Situasi skuad yang pincang ini tentu bikin was-was.
Menuju laga di Stadion Kapten I Wayan Dipta, Sabtu (7/2/2026) mendatang, persiapan Bajul Ijo jauh dari kata ideal. Waktu pemulihan mereka lebih pendek ketimbang tim tuan rumah. Belum lagi, mereka harus kehilangan sejumlah pilar utama.
Semua kondisi itu memaksa Tavares kerja ekstra. Dia harus memutar otak menentukan siapa saja yang masih layak dimasukkan dalam susunan pemain.
“Untuk memeriksa siapa yang bisa bermain dan siapa yang tidak bisa bermain. Sayangnya, kita memiliki pemain yang tidak bisa bermain,” ujar Bernardo Tavares, Kamis (5/2/2026), dengan nada yang tak bisa menyembunyikan kekhawatirannya.
Tavares sangat sadar. Bali United bukan cuma unggul soal kebugaran, tapi juga punya kedalaman skuad yang mumpuni. Meski hasil akhir lawan belum maksimal belakangan ini, pelatih asal Portugal itu tetap menilai Serdadu Tridatu sebagai ancaman serius. Tim yang bisa menghukum kesalahan sekecil apapun.
“Tapi kita harus mempersiapkan rencana yang baik untuk mencoba membuat permainan yang bagus di sana. Kita tahu itu akan sulit. Menurut saya Bali United memiliki tim yang bagus,” tambahnya.
Motivasi Bali United untuk bangkit di kandang sendiri bakal bikin tensi pertandingan melonjak. Tavares sudah membayangkan duel-duel fisik yang menguras tenaga selama 90 menit nanti.
“Jadi saya bayangkan mereka akan bermain dengan keras dan kuat lawan kita,” tegas Bernardo.
Fokus, Modal Utama di Tandang
Memang, saat ini Persebaya nyaman bercokol di peringkat kelima klasemen dengan 41 poin. Mereka unggul 13 angka dari Bali United. Namun begitu, Tavares menegaskan, statistik mentereng itu tak akan banyak membantu kalau timnya tak disiplin.
Satu-satunya cara meredam kekuatan tuan rumah adalah fokus total. Dari peluit awal hingga bunyi panjang akhir pertandingan.
“Kita juga harus memiliki rencana yang bagus dan fokus yang bagus dari saat pertama hingga akhirnya jika kita ingin membuat hasil yang bagus di sana,” tegasnya lagi.
Dilema Taktik yang Pelik
Krisis pemain yang menghantam Persebaya menciptakan dilema taktis yang pelik bagi Tavares. Pilihannya serba salah.
Memaksakan pemain yang belum 100% fit berisiko picu cedera panjang. Sebaliknya, menurunkan pemain pelapis yang kurang jam terbang di tekanan tinggi Stadion Dipta juga sama berbahayanya. Kecemasan yang tercermin dari pernyataan pelatih itu menunjukkan realitas pahit: Persebaya sedang tidak dalam kekuatan penuh.
Di satu sisi, kondisi ini bisa dipakai sebagai taktik underdog untuk melepas beban psikologis pemain. Tapi di sisi lain, ini justru bisa jadi sinyal bagi Bali United untuk langsung menekan sejak menit-menit awal.
Keuntungan lain ada di pihak tuan rumah: waktu istirahat lebih banyak. Dalam sepak bola modern sekarang, selisih istirahat satu atau dua hari itu pengaruhnya besar banget terhadap intensitas pressing. Kemungkinan besar, Persebaya akan lebih banyak menunggu dan mengandalkan serangan balik yang efektif.
Sebagai tim yang menghuni lima besar, kedewasaan skuad Persebaya benar-benar diuji. Mereka harus menghadapi tim sekeras Bali United dalam kondisi tak prima. Konsistensi Green Force di sisa musim nanti, sangat ditentukan oleh hasil dari laga-laga sulit macam ini. (")
Artikel Terkait
Febri Hariyadi Resmi Tinggalkan Persib, Bergabung dengan Persis Solo
Zaki Ubaidillah Buka Keunggulan Indonesia atas Thailand di BATC 2026
PSIS Semarang Datangkan Bek Kanan Ibrahim Sanjaya, Rekrutan ke-17 Jelang Putaran Ketiga
Kurzawa Hadapi Ujian Berat Lawan Sayuri Bersaudara di Debut Persib