MURIANETWORK.COM - Jendela transfer paruh musim Super League 2025/2026 ditutup dengan kejutan. Cyrus Margono, kiper naturalisasi berusia 24 tahun, dikabarkan akan bergabung dengan Persija Jakarta, mengubah arah perburuan pemain yang sebelumnya dikaitkan dengan Persib Bandung. Klub ibukota itu disebut berhasil menyelesaikan negosiasi tepat sebelum batas akhir pada Jumat (6 Februari 2026) malam, menambah kedalaman skuad mereka di pos penjaga gawang.
Perburuan di Detik-Detik Akhir
Suasana tegang menjelang penutupan bursa transfer akhirnya berbuah manis bagi manajemen Persija. Setelah sebelumnya mendatangkan sejumlah nama besar, mereka ternyata masih menyimpan satu kartu truf. Cyrus Margono, yang statusnya sebagai free agent setelah hengkang dari klub Kosovo, KF Dukagjini, menjadi target akhir yang berhasil direbut.
Langkah ini sekaligus meredam rumor kuat yang selama ini mengarahkan sang kiper ke kota Bandung. Perpindahan ini menunjukkan strategi Persija yang tidak hanya agresif, tetapi juga tepat sasaran di menit-menit krusial.
Konfirmasi dari Pemerhati Transfer
Kabar panas ini diperkuat oleh sejumlah akun yang kerap melaporkan dinamika bursa pemain nasional. Salah satunya menyoroti waktu yang semakin mepet.
"Jelang ditutupnya bursa transfer paruh musim Super League 2025/2026, Persija Jakarta dikabarkan bakal mendatangkan kiper naturalisasi Cyrus Margono. Margono sebelumnya bermain di Liga Siprus. Patut kita tunggu dalam beberapa jam ke depan," tulis akun Media Persija.
Laporan serupa juga muncul dari akun lain, yang semakin mengonfirmasi intensitas pembicaraan di balik layar.
"Deadline Day. Persija Jakarta kabarnya bakal mendatangkan Cyrus Margono," ungkap akun Instagram @liga_dagelann pada Jumat (6/2/2026).
Investasi Masa Depan di Bawah Mistar
Keputusan mendatangkan Cyrus Margono bukan tanpa alasan strategis yang matang. Di balik layar, manajemen tim tampaknya sedang menyusun puzzle regenerasi jangka panjang. Dua kiper andalan Persija saat ini, Carlos Eduardo dan Andritany Ardhiyasa, memang masih andal, namun usia mereka yang sudah kepala tiga menjadi pertimbangan wajar untuk mempersiapkan penerus.
Di sinilah Cyrus, dengan usia mudanya dan pengalaman kompetisi di Eropa, masuk sebagai jawaban yang logis. Kehadirannya bukan sekadar menambah jumlah, melainkan memberikan opsi berkualitas tanpa menghabiskan kuota pemain asing, berkat statusnya sebagai pemain naturalisasi.
Mengantisipasi Persaingan Ketat
Langkah ini juga mencerminkan kalkulasi yang hati-hati menyambut paruh kedua kompetisi. Dengan persaingan di papan atas yang dipastikan semakin sengit, memiliki stok kiper yang dalam dan kompetitif adalah bentuk antisipasi terhadap segala kemungkinan, mulai dari cedera hingga fluktuasi performa.
Di sisi lain, keberhasilan merekrut target yang juga diminati rival terdekat tentu memberikan pesan psikologis tersendiri. Ini memperlihatkan daya tarik dan keseriusan proyek yang dibangun Persija, sekaligus memuaskan ekspektasi para pendukung yang telah menantikan kejutan di hari-hari terakhir bursa transfer.
Artikel Terkait
Febri Hariyadi Resmi Tinggalkan Persib, Bergabung dengan Persis Solo
Zaki Ubaidillah Buka Keunggulan Indonesia atas Thailand di BATC 2026
PSIS Semarang Datangkan Bek Kanan Ibrahim Sanjaya, Rekrutan ke-17 Jelang Putaran Ketiga
Kurzawa Hadapi Ujian Berat Lawan Sayuri Bersaudara di Debut Persib