Kurniawan Dwi Yulianto Resmi Ditunjuk Jadi Pelatih Kepala Timnas Indonesia U-17

- Kamis, 05 Februari 2026 | 09:00 WIB
Kurniawan Dwi Yulianto Resmi Ditunjuk Jadi Pelatih Kepala Timnas Indonesia U-17

MURIANETWORK.COM - Kurniawan Dwi Yulianto secara resmi ditunjuk sebagai pelatih kepala Timnas Indonesia U-17. Penunjukan legenda sepak bola nasional ini bertujuan mempersiapkan tim menghadapi Piala Asia U-17 2026, dengan ujian pertama berupa laga uji coba melawan China U-17 pada awal Februari mendatang.

Misi Pertama dan Persiapan Awal

Tanggung jawab pertama Kurniawan di kursi kepelatihan akan segera dijalani. Tim Garuda Muda telah menjadwalkan dua pertandingan persahabatan melawan China U-17 pada 8 dan 11 Februari. Untuk menghadapi uji coba penting ini, sebanyak 28 pemain muda telah dipanggil untuk bergabung dalam pemusatan latihan.

Informasi penunjukannya sendiri telah beredar luas di media sosial. Sebuah unggahan di platform Instagram turut mengonfirmasi berita tersebut. "PSSI secara resmi menunjuk Kurniawan DY untuk melatih Timnas U-17 yang akan beruji coba melawan China U-17. Selamat bertugas coach!" tulis akun tersebut.

Portofolio di Sisi Pinggir Lapangan

Sebelum menerima mandat penting dari PSSI, Kurniawan sempat menjabat sebagai Direktur Teknis di PSPS Pekanbaru, meski hanya untuk periode yang singkat. Pengalaman utama sebagai pelatih kepala ia peroleh di luar negeri, tepatnya ketika menangani Sabah FA di Liga Super Malaysia dari 2019 hingga 2022.

Namun, jam terbangnya yang panjang justru lebih banyak terkumpul sebagai asisten pelatih. Ia pernah menjadi bagian dari staf kepelatihan di berbagai level, mulai dari klub seperti Borneo FC hingga Timnas Indonesia untuk kategori U-20, U-23, dan senior. Salah satu pengalaman berharganya adalah saat menjadi asisten pelatih di Como U-19, Italia, di mana ia sempat berkolaborasi dengan bintang internasional seperti Cesc Fabregas.

Legenda di Lapangan Hijau

Nama Kurniawan Dwi Yulianto bukanlah nama asing. Ia adalah salah satu striker terbaik yang pernah dimiliki Indonesia, dengan karier yang dimulai dengan langkah berani ke Eropa. Setelah mengikuti program PSSI Primavera, bakatnya membawanya ke Italia untuk membela Sampdoria U-19. Karier profesionalnya kemudian berlanjut di FC Luzern, Swiss, di mana ia tercatat sebagai salah satu pemain Indonesia pertama yang mencetak gol di liga kasta tertinggi Eropa.

Predator Gol di Liga Domestik

Sekembalinya ke Tanah Air, Kurniawan, yang akrab disapa "Si Kurus", langsung membuktikan diri sebagai mesin gol yang konsisten. Masa kejayaannya terlihat jelas saat membela Pelita Jaya, di mana ia mencetak 38 gol dalam 44 penampilan. Ketajamannya tidak luntur saat ia kemudian memperkuat PSM Makassar, dengan torehan 37 gol.

Ia bahkan menunjukkan kualitasnya di Liga Malaysia dengan membukukan 29 gol dalam 31 pertandingan untuk Sarawak. Hingga akhir karier bermainnya di berbagai klub, termasuk Persija Jakarta dan Persela Lamongan, reputasinya sebagai pencetak gol andal tetap terjaga.

Momen Puncak Bersama Juku Eja

Di antara semua prestasinya, masa bakti Kurniawan bersama PSM Makassar pada era 1999-2001 kerap dikenang sebagai periode keemasan. Saat itu, PSM adalah tim yang diperkuat banyak bintang nasional dan asing, layaknya miniatur timnas. Di bawah asuhan pelatih seperti Syamsuddin Umar dan Henk Wullems, Kurniawan menjadi ujung tombak yang mematikan.

Puncaknya terjadi pada final Liga Indonesia melawan Pupuk Kaltim. Dalam pertandingan yang menegangkan itu, Kurniawan menjadi pahlawan kemenangan dengan mencetak dua gol yang membawa PSM meraih gelar juara. Momen itu mengukuhkannya sebagai legenda sejati klub di hati pendukung Makassar.

Kini, dengan bekal pengalaman luas sebagai pemain legendaris dan asisten pelatih di berbagai tingkatan, harapan besar tertumpu pada pundaknya. Tantangannya adalah menularkan mentalitas juara dan keahlian teknisnya kepada generasi muda Garuda Muda, memulai babak baru dari karier panjangnya di dunia sepak bola Indonesia.

Komentar