Ubed Sabet Gelar Thailand Masters Lewat Drama Tiga Gim Mencekam

- Minggu, 01 Februari 2026 | 18:24 WIB
Ubed Sabet Gelar Thailand Masters Lewat Drama Tiga Gim Mencekam

Drama dan ketegangan mewarnai final tunggal putra Thailand Masters 2025, Minggu (1/2) lalu. Di hadapan publik tuan rumah, Zaki Ubaidillah atau yang akrab disapa Ubed, harus berjuang mati-matian melawan Panitchaphon Teeraratsakul. Hasilnya? Sebuah kemenangan manis yang diraih lewat pertarungan tiga gim sengit.

Skor akhirnya 21-19, 20-22, dan 21-19. Geliat Ubed di lapangan benar-benar menguji mental. Gelar ini sekaligus menjadi kemenangan keempat untuk Indonesia di turnamen tersebut.

Sebelum Ubed naik podium, sebenarnya kontingen Merah Putih sudah lebih dulu bersorak. Amallia Cahaya Pratiwi dan Siti Fadia sukses di sektor ganda putri. Lalu ada Leo Rolly Carnando bersama Bagas Maulana yang menang di ganda putra. Tak ketinggalan, Adnan Maulana dan Indah Cahya Sari Jamil juga membawa pulang piala dari nomor ganda campuran. Jadi, Ubed seperti menyempurnakan pesta.

Pertandingan finalnya sendiri benar-benar tak bisa ditebak sejak bola pertama. Gim pembuka langsung panas. Ubed sempat kecolongan 6-8, tapi berhasil bangkit dan mengejar ketertinggalan. Saat skor sama 10-10, duel mulai terasa mencekam. Meski sempat tertinggal tipis 10-11 saat jeda, ia tak kehilangan akal.

Usai interval, permainannya justru makin apik. Perlahan-lahan, dia merangkak. Dari tertinggal, skor akhirnya bisa disamakan di 16-16. Momentum itu dipegangnya kuat-kuat. Beberapa pukulan tajam kemudian mengantarnya memenangi gim pertama 21-19.

Namun begitu, gim kedua berjalan lain. Ubed seperti kehilangan ritme di awal. Dia tertatih-tatih dan tertinggal jauh 0-5. Upayanya mengejar sepertinya belum cukup, karena saat masuk interval, ia masih tertinggal 7-11.

Setelah jeda, suasana berubah. Pertandingan berbalik jadi sangat ketat. Keduanya saling kejar, poin demi poin. Sampai-sampai skor sempat tersaji di angka 20-22 yang mencekam. Sayangnya, Panitchaphon Teeraratsakul lebih jitu mencetak dua angka penentu. Ubed pun harus mengakui keunggulan lawan di gim ini dengan skor 20-22.

Ketegangan di ujung gim kedua ternyata terbawa ke penentuan. Gim ketiga langsung diwarnai rally panjang saat skor imbang 6-6. Tapi, fokus Ubed sempat buyar. Ia kembali tertinggal 6-10 dan situasi tampak kritis.

Di sinilah mental juara itu muncul. Dengan tenaga terakhir, Ubed bangkit. Poin demi poin ia raih, sampai akhirnya berhasil menyamakan kedudukan di 15-15. Suasana gedung pun makin mencekam. Dengan sisa energi dan keteguhan hati, Ubed menutup pertandingan dengan kemenangan 21-19. Sebuah final yang benar-benar dikerjakan dengan keringat dan jantung berdebar.

Editor: Erwin Pratama

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar