SEPANG – Meski masih dalam tahap pemulihan dari cedera yang cukup serius, nama Marc Marquez tak surut dari daftar calon juara MotoGP 2026. Begitulah kira-kira pandangan yang beredar di paddock, dan kali ini diungkapkan oleh rivalnya sendiri, Pedro Acosta dari KTM. Bagi Acosta, kondisi fisik Marquez saat ini bukanlah jaminan bahwa ancamannya di trek akan berkurang.
Memang, musim 2025 adalah bukti nyata. Marquez tampil begitu dominan, mengunci gelar dunia bahkan ketika masih tersisa lima seri balapan. Sebuah kebangkitan dramatis setelah melewati tahun-tahun penuh tantangan. Sayangnya, pesta kemenangan itu terpotong lebih awal. Insiden di MotoGP Indonesia berujung pada patah tulang bahu, memaksanya absen di sisa perhelatan.
Namun begitu, kabar terbaru mengenai pemulihannya cukup menggembirakan. Ada peluang, meski belum pasti seratus persen, dia akan turun dalam tes pramusim di Sepang awal Februari nanti.
Lalu, apa yang membuat seorang rival seperti Acosta tetap waspada?
“Maksud saya, mungkin dia tidak menginginkannya, tapi dialah sosok yang pantas memakai nomor satu di fairing,”
Ujar Acosta, dengan nada penuh respek. Baginya, Marquez tetaplah tolok ukur, orang yang wajib dikalahkan jika ingin menjadi juara.
Acosta lalu menyoroti perjalanan panjang Marquez. Dia melihatnya sebagai bukti ketangguhan mental dan kualitas yang tak biasa. “Cukup lihat apa yang berhasil dilalui Marc. Setelah lima tahun tanpa gelar, dia langsung naik ke motor pabrikan dan langsung bersaing memperebutkan kejuaraan dunia,” lanjut pembalap muda itu.
Intinya jelas: cedera atau tidak, Marquez tetap ancaman utama. “Tentu saja, bahkan dengan cederanya sekalipun, dia tetap akan menjadi pembalap yang harus dikalahkan,” tegas Acosta.
Di sisi lain, Acosta tak menampik bahwa persaingan musim depan akan sangat ketat. Dia menyebut beberapa nama yang juga bakal ikut bermain di papan atas. “Memang benar, kita juga harus memasukkan nama-nama seperti Marco Bezzecchi, Alex Márquez, dan Pecco Bagnaia, karena merekalah yang akan bertarung memperebutkan gelar juara.”
Tapi, bagaimanapun ramainya peta persaingan, satu hal baginya tak berubah.
“Tapi Marc tetap akan menjadi sosok yang harus dikalahkan oleh semua orang.”
Pernyataan itu sekaligus menutup pembicaraannya, meninggalkan kesan bahwa musim 2026 nanti, semua mata akan tetap tertuju pada sang juara bertahan yang sedang berjuang pulih.
Artikel Terkait
Persib Bandung Balikkan Keadaan, Kalahkan Bhayangkara 4-2 dan Rebut Puncak Klasemen dari Borneo FC
Tim Uber Indonesia Kalahkan Denmark, Tantang Korea Selatan di Semifinal
Pedrosa Prediksi Duel Bezzecchi vs Marquez di MotoGP 2026, Martin Jadi Kuda Hitam
Bruno Moreira Diuji di Empat Laga Sisa: Kapten Persebaya Harus Buktikan Diri di Tengah Standar Tinggi Bernardo Tavares