John Herdman tak lagi menunggu. Pelatih baru Timnas Indonesia itu sudah mulai bekerja, dan langkah pertamanya adalah menjangkau para pemain. Salah satu yang sudah mendapat telepon adalah striker naturalisasi, Jens Raven.
Menurut Raven, Herdman langsung menghubunginya. Percakapan pertama itu berisi perkenalan dan sekilas gambaran visi pelatih asal Inggris tersebut. Raven menangkap kesan yang sangat positif.
"Sejujurnya, dia baru saja mengirim saya pesan. Dalam pesan itu, ia memperkenalkan dirinya, dan menjelaskan sedikit tentang visinya. Dia merasa senang bisa menjadi bagian dari Indonesia. Dia mengirimi kami [para pemain] pesan, dan jujur saja dia sangat baik. Anda bisa melihat langsung seberapa ambisius dia,"
Raven tampak tersanjung dengan pendekatan personal ini. Bagi pemain yang sedang membela Bali United di Super League itu, langkah kecil seperti ini punya arti besar.
"Dia ingin kami semua bekerja sama untuk Indonesia, membawa Indonesia ke peta [persaingan]. Menurut saya, ini sangat bagus. Sangat bagus ketika seorang pelatih mengirim saya pesan,"
Ia melanjutkan,
"Dia mengirim saya pesan, memperkenalkan diri, dan bicara soal target dan ambisinya. Saya sangat apresiasi ini. Untuk kami sebagai pemain, ini adalah sesuatu yang bagus."
Namun begitu, percakapan itu belum masuk ke hal-hal teknis. Herdman rupanya masih menyimpan kartu strateginya. Raven mengaku pembicaraan lebih banyak soal tujuan besar, bukan taktik lapangan.
"Belum [bicara lebih detail], pembicaraan itu seperti membahas target, target utama. Saya pikir, semua orang sudah tahu apa target utamanya. Jadi, itu adalah hal yang terpenting,"
Peran Herdman nantinya tak cuma satu. Selain menangani tim senior, ia juga akan memegang kendali Timnas U-23. Kebetulan, Raven sendiri adalah salah satu andalan di skuad muda tersebut. Jadi, hubungan mereka kemungkinan akan berlanjut cukup panjang.
Suasana hati pelatih baru itu juga terpantau. Raven menyebut Herdman terlihat sangat bersemangat dan bersyukur atas kepercayaan yang diberikan PSSI. Sebuah awal yang hangat, sebelum kerja keras sesungguhnya dimulai.
Artikel Terkait
PSIM Hadapi Persija di Gianyar dengan Beban 11 Laga Tanpa Kemenangan
Pengadilan Spanyol Paksa Jaringan IPTV Ilegal Bayar Kompensasi Rp868 Miliar
Internal Real Madrid Berselisih Soal Masa Depan Camavinga
I.League Kecam Keras Tendangan Liar Pemain U-20 di Elite Pro Academy