Mantan rider MotoGP Chris Vermeulen punya dugaan kuat. Ia menilai ada unsur sabotase dari Marquez terhadap rekan setimnya.
"Ada seseorang di paddock yang bilang begini ke saya: Marc sadar motor GP25 tidak lebih baik dari GP24. Tapi, dia tahu dia bisa mengendarainya sedangkan Pecco tidak. Jadi, dia menekan Ducati agar memilih GP25," ujar Vermeulen.
"Saya tidak tahu teori ini benar atau tidak, tapi besar kemungkinan begitu. Marc tahu dia bisa mengalahkan siapa saja dengan motor baru itu dan jika semuanya memakai GP24, tentu akan lebih sulit karena dia tahu Bagnaia dan Jorge Martin menjalani musim fenomenal," imbuhnya.
Pada akhirnya, hanya Marquez-lah yang sanggup menjinakkan GP25. Fabio Di Giannantonio yang mendapat motor sama, misalnya, bahkan kepayahan sekadar untuk merebut podium. Semua ini meninggalkan kesan bahwa keputusan teknis di awal musim bukan sekadar pilihan biasa, tapi mungkin sebuah kalkulasi yang cerdik dan kontroversial.
Artikel Terkait
Timnas Futsal Indonesia Runner-up Piala AFF 2026, Takluk 1-2 dari Thailand
Genoa Menang Dramatis 2-1 Atas Sassuolo dalam Laga Penuh Insiden
Pelatih Persebaya Kagumi Atmosfer SUGBK Meski Timnya Dibantai Persija
Timnas Futsal Indonesia Lolos ke Final Piala AFF 2026, Hadapi Thailand